Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Tim nasional taekwondo Indonesia memastikan target dua medali emas pada SEA Games 2025 terpenuhi setelah para atlet kembali ke Tanah Air dengan total raihan dua emas, dua perak, dan enam perunggu.
Peraih emas nomor kyorugi, Arya Danu Susilo, menegaskan pencapaian itu sesuai dengan sasaran yang ditetapkan sebelum keberangkatan. Ia juga mengakui tekanan besar saat menghadapi partai final.
"Itu rasanya luar biasa deg-degan, nervous. Tapi saya bisa melakukan dengan baik final," kata Arya kepada pewarta.
Medali emas ini terasa semakin spesial bagi Arya karena menjadi debutnya di SEA Games 2025. "Iya, emas pertama. Iya, saya baru debut tahun ini," sebutnya.
Baca juga : SEA Games, Taekwondoin Indonesia Tambah Medali Perak dan Perunggu
Mengenai bonus Rp1 miliar yang dijanjikan Presiden Prabowo Subianto, Arya berencana untuk menyimpannya. "Mau ditabung rencana," ujarnya singkat.
Emas lainnya datang dari nomor poomsae, yang menandai penantian panjang Indonesia sejak terakhir meraih emas pada 2011. Muhammad Alfi Kusuma menyebut timnya tampil lepas tanpa memikirkan medali.
"Udah all out ajalah. Kita enggak mikir medali emas, kita enggak mikir bonus, enggak mikir apa," katanya.
Alfi menekankan arti kemenangan tersebut bagi timnya.
"Alhamdulillah, tidak menyangka juga kami bisa dapet medali emas. Karena dalam sejarahnya Poomsae itu dapet medali emas lama sekali. Terakhir 2011," sebutnya.
Soal bonus, Alfi menuturkan rencananya untuk dibagikan kepada orang tua dan mereka yang membutuhkan.
"Paling pertama jangan lupa kita sisihkan buat orang tua dulu. Orang tua dulu kami sisihkan, setelah itu baru ke orang yang tidak mampu. Karena kan sedekah paling penting itu orang terdekat dulu," sebutnya.
Wakil Sekretaris Jenderal I PBTI Irwan Nugraha Kurnia menyatakan target yang ditetapkan Kemenpora telah tercapai. Ia menambahkan, setelah rehat singkat, para atlet akan kembali dipersiapkan menghadapi agenda besar berikutnya, termasuk Asian Games.
"Untuk yang target yang dicanangkan oleh Kemenpora, kita penuhi, yaitu dua emas. Taekwondo kebetulan dapet dua emas, dua perak, dan enam perunggu," ujarnya.
Arya meraih emas kyorugi putra kelas 68-74 kilogram setelah menundukkan atlet Vietnam Ly Hong Phuc di final.
Medali emas lain dipersembahkan trio Muhammad Rizal, Muhammad Hafizh Fachrul Rhazy, dan Muhammad Alfi Kusuma di nomor poomsae beregu putra pada Rabu (10/12), sekaligus menjadi emas pertama bagi kontingen Indonesia di SEA Games kali ini.
Dua medali perak diraih Muhammad Raihan Fadhila di kelas 74-80 kg putra dan Aziz Hidayat Tumakaka untuk kelas -54 kg putra.
Sementara enam medali perunggu berasal dari Winda Dwi Putri (46-49 kg putri), Osanando Naufal Khairudin (80-87 kg putra), Ni Kadek Heni Prikasih (-46 kg putri), dan tiga medali perunggu tambahan dari nomor lain pada hari terakhir. (H-1)
(H-1)
PARA taekwondoin Indonesia menambah satu medali perak dan satu perunggu bagi kontingennya pada SEA Games Thailand 2025 setelah rangkaian pertandingan hari ketiga.
Perlu diketahui, kontingen Indonesia menargetkan minimal 80 medali emas untuk mencapai posisi tiga besar pada SEA Games 2025 di Thailand.
Kontingen Jawa Barat keluar sebagai juara umum taekwondo dengan raihan total 14 medali.
DUA cabang olahraga yaitu judo dan taekwondo memanaskan hari pertama pertandingan PON Bela Diri Kudus 2025 yang digelar di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (12/10).
Terdapat 10 cabang olahraga yang dimainkan pada edisi perdana ini yaitu taekwondo, judo, gulat, tarung derajat, pencak silat, shorinji kempo, karate, ju-jitsu, sambo, dan wushu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved