Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESTASI Terence Crawford telah mengukir namanya sebagai salah satu petinju terhebat abad ke-21. Namun, di tengah perdebatan tentang posisinya di antara legenda masa lalu, petinju berjuluk 'Bud' menyebut hanya satu nama yang menurutnya sanggup memberinya kesulitan, yaitu Floyd Mayweather Jr.
Terence 'Bud' Crawford telah menancapkan dirinya sebagai anomali sejati dalam dunia tinju profesional. Dengan prestasi fenomenalnya merentang lima kelas berat dan menjadi juara tak terbantahkan di tiga divisi--suatu pencapaian yang nyaris mustahil di era modern--Crawford kini dihadapkan pada pertanyaan yang tak terhindarkan, yaitu di mana posisinya dibandingkan dengan para dewa ring seperti Henry Armstrong, Sugar Ray Leonard, atau bahkan Muhammad Ali?
Menantang Sejarah dan Logika
Perjalanan Crawford mencapai puncaknya baru-baru ini pada bulan September. Setelah mengamankan gelar juara dunia pertamanya di kelas ringan (135 pounds) melawan Ricky Burns, ia berani menantang superstar global Canelo Alvarez di divisi super-menengah (168 pounds).
Secara fisik, banyak pengamat meragukan kekuatan Crawford di kelas yang begitu berat. Namun, ‘Bud’ membungkam keraguan tersebut. Ia tidak hanya mampu mengatasi kekuatan fisik petinju Meksiko itu, tetapi juga unggul secara teknik dan strategis, merebut gelar yang semakin menguatkan status legendarisnya.
Perbandingan dengan legenda lintas divisi seperti ‘Hammerin’ Hank’ Henry Armstrong, yang pada 1930-an secara bersamaan memegang gelar di kelas bulu, ringan, dan welter, menjadi tak terhindarkan. Namun, Crawford telah menetapkan standar baru untuk dominasi lintas divisi.
Satu Nama di Atas Segalanya
Meskipun perdebatan tentang ranking historisnya terus memanas, Crawford, yang dikenal dengan kepercayaan dirinya yang teguh, baru-baru ini membuat pernyataan mengejutkan di media sosial. Ia menyebut bahwa hanya satu sosok dalam sejarah tinju yang menurutnya mampu mengalahkannya, yaitu Floyd Mayweather Jr.
“Saya menghormati para pendahulu saya, tetapi Mayweather adalah satu-satunya yang akan saya hadapi masalah karena mentalitasnya,” tulis Crawford.
Pengakuan ini sangat signifikan. Sebelum era Crawford, petinju Amerika Serikat terhebat di generasinya adalah Floyd 'Money' Mayweather. Sama seperti Crawford, Mayweather menjuarai berbagai divisi dan pensiun dengan rekor sempurna 50 kemenangan tanpa terkalahkan.
Mayweather dikenang bukan hanya sebagai salah satu petinju terhebat sepanjang masa, tetapi juga sebagai arsitek pertahanan terhebat dalam sejarah olahraga ini. Selama 21 tahun kariernya, ia mengalahkan jajaran elit, termasuk Diego Corrales, Oscar De La Hoya, Miguel Cotto, Canelo Alvarez, dan rival abadinya, Manny Pacquiao.
Bagi Crawford, tantangan terbesar dari Mayweather bukanlah pada kecepatan atau kekuatan pukulannya, melainkan pada mentalitas dan kecerdasan strategisnya. (Boxing News/B-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved