Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Sejarah Badminton: Asal Usul Dunia hingga Kejayaan di Indonesia

Thalatie K Yani
04/12/2025 11:31
Sejarah Badminton: Asal Usul Dunia hingga Kejayaan di Indonesia
Ilustrasi(freepik)

Awal Mula dan Akar Sejarah Badminton

Sejarah badminton atau yang dikenal di Indonesia dengan istilah bulu tangkis, memiliki rekam jejak yang panjang dan kompleks. Olahraga yang kini menjadi salah satu kebanggaan nasional Indonesia ini tidak tercipta dalam semalam, melainkan hasil evolusi dari permainan rakyat kuno yang melintasi berbagai benua, mulai dari Asia hingga Eropa.

Banyak sejarawan olahraga sepakat bahwa asal usul permainan yang menggunakan kok dan raket ini dapat ditelusuri kembali ke peradaban kuno sekitar 2.000 tahun yang lalu. Di Tiongkok, terdapat permainan tradisional bernama Jianzi. Meskipun tidak menggunakan raket, permainan ini melibatkan penggunaan kaki untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah. Konsep menjaga kok tetap di udara inilah yang menjadi cikal bakal filosofi permainan badminton.

Sementara itu, di Eropa, khususnya di Inggris pada abad pertengahan, anak-anak memainkan permainan yang disebut Battledore and Shuttlecock. Dalam permainan ini, pemain menggunakan dayung kayu (battledore) untuk memukul kok (shuttlecock) ke sana kemari tanpa membiarkannya jatuh. Berbeda dengan badminton modern, permainan ini belum menggunakan net sebagai pembatas wilayah.

Transformasi dari Poona Menjadi Badminton

Titik balik dalam sejarah badminton modern terjadi pada abad ke-19 di India. Saat itu, tentara Inggris yang ditempatkan di wilayah Pune (dahulu bernama Poona) menambahkan elemen kompetitif pada permainan Battledore and Shuttlecock dengan membentangkan jaring atau net sebagai pemisah. Permainan ini kemudian dikenal dengan nama Poona.

Pada tahun 1860-an, para perwira Inggris yang pensiun membawa kembali permainan Poona ini ke Inggris. Momen bersejarah yang memberikan nama resmi pada olahraga ini terjadi pada tahun 1873. Saat itu, Duke of Beaufort menggelar pesta di kediamannya yang bernama Badminton House di Gloucestershire. Di sana, permainan Poona dimainkan oleh para tamu dan segera mendapatkan popularitas di kalangan elit Inggris. Sejak saat itulah, olahraga ini mulai disebut sebagai "Badminton".

Seiring dengan meningkatnya popularitas, kebutuhan akan standarisasi aturan menjadi mendesak. Klub badminton pertama, Bath Badminton Club, didirikan pada tahun 1877 dan merumuskan peraturan tertulis pertama yang menjadi dasar peraturan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) saat ini.

Pembentukan Organisasi Internasional (IBF/BWF)

Untuk mengatur kompetisi antarnegara yang semakin marak, sembilan negara mendirikan International Badminton Federation (IBF) pada tahun 1934. Negara-negara pendiri tersebut adalah:

  • Inggris
  • Irlandia
  • Skotlandia
  • Wales
  • Denmark
  • Belanda
  • Kanada
  • Selandia Baru
  • Prancis

Organisasi ini kemudian berganti nama menjadi Badminton World Federation (BWF) pada tahun 2006. Salah satu tonggak penting dalam sejarah badminton dunia adalah ketika olahraga ini resmi dipertandingkan sebagai cabang olahraga Olimpiade pada Olimpiade Barcelona tahun 1992.

Sejarah Masuk dan Perkembangan Badminton di Indonesia

Perkembangan sejarah badminton di Indonesia tidak terlepas dari masa kolonialisme. Olahraga ini dibawa oleh orang-orang Belanda ke Nusantara pada awal abad ke-20. Awalnya, bulu tangkis hanya dimainkan oleh kalangan tertutup, namun dengan cepat menyebar ke masyarakat luas karena peralatannya yang relatif sederhana.

Pada tahun 1930-an, perkumpulan bulu tangkis mulai bermunculan di kota-kota besar seperti Jakarta (Batavia), Bandung, dan Surabaya. Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap olahraga ini sangat tinggi, bahkan melampaui popularitasnya di negara asalnya pada masa itu.

Lahirnya PBSI dan Era Emas

Setelah kemerdekaan, kebutuhan untuk memiliki induk organisasi nasional menjadi sangat penting guna menyatukan berbagai perkumpulan bulu tangkis yang tersebar di seluruh kepulauan. Pada tanggal 5 Mei 1951, tokoh-tokoh bulu tangkis Indonesia berkumpul di Bandung dan mendirikan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Rochdi Partaatmadja terpilih sebagai ketua umum pertamanya.

Hanya beberapa tahun setelah PBSI berdiri, Indonesia langsung menggebrak panggung dunia. Kemenangan tim Indonesia dalam merebut Piala Thomas pada tahun 1958 di Singapura menjadi titik awal dominasi Indonesia di kancah internasional. Sejak saat itu, Indonesia dikenal sebagai raksasa bulu tangkis dunia.

Sejarah mencatat banyak legenda lahir dari tanah air, seperti:

  • Rudy Hartono: Pemegang rekor juara All England sebanyak 8 kali.
  • Liem Swie King: Dikenal dengan smes "King Smash" yang legendaris.
  • Susi Susanti dan Alan Budikusuma: Peraih medali emas pertama bagi Indonesia di Olimpiade Barcelona 1992.
  • Taufik Hidayat: Salah satu pemain tunggal putra paling berbakat dengan backhand smash yang ikonik.

Evolusi Peraturan dan Sistem Skor

Dalam perkembangannya, badminton mengalami beberapa perubahan sistem skor untuk menyesuaikan dengan kebutuhan siaran televisi dan durasi pertandingan. Dahulu, sistem yang digunakan adalah sistem pindah bola (klasik) dengan poin 15. Namun, sejak tahun 2006, BWF menetapkan sistem rally point dengan skor 21 (3 set terbaik atau best of three). Perubahan ini membuat permainan menjadi lebih cepat, agresif, dan menuntut stamina fisik yang prima dari para atlet.

Hingga saat ini, badminton tetap menjadi olahraga yang paling konsisten menyumbangkan prestasi bagi Indonesia di level dunia. Memahami sejarahnya bukan hanya sekadar mengetahui masa lalu, tetapi juga menghargai proses panjang bagaimana sebuah permainan rakyat bertransformasi menjadi kebanggaan bangsa.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya