Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

16 Tim Berebut Tahta Nasional di Campus League Futsal 2025

Khoerun Nadif Rahmat
03/12/2025 22:03
16 Tim Berebut Tahta Nasional di Campus League Futsal 2025
Ilustrasi(Istimewa)

SEBANYAK 16 tim dari 13 perguruan tinggi mulai nerebut gengsi pada fase The Nationals Campus League Futsal 2025 yang berlangsung di GOR FIKK UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (3/12) hingga Minggu (7/12). Delapan tim putra dan delapan tim putri bertarung setelah lolos sebagai semifinalis dari Regional Jakarta dan Regional Yogyakarta.

Yogyakarta menjadi wilayah dengan wakil terbanyak, mengirimkan lima tim termasuk Universitas Negeri Yogyakarta yang sukses mengawinkan gelar putra dan putri di fase regional.

Dari Jakarta, tiga tim turun gelanggang, yakni UNJ Putri, UBL Putri, dan UKI Putra. Bandung juga mengirim tiga wakil, termasuk kampiun Regional Jakarta UIN Sunan Gunung Djati (UINSGD) Putra dan STKIP Pasundan Cimahi Putri.

Sementara Universitas Negeri Malang menjadi satu-satunya wakil Jawa Timur dan Universitas Tidar Magelang mewakili Jawa Tengah.

Dari Jakarta, tiga tim turun gelanggang, yakni UNJ Putri, UBL Putri, dan UKI Putra. Bandung juga mengirim tiga wakil, termasuk kampiun Regional Jakarta UIN Sunan Gunung Djati (UINSGD) Putra dan STKIP Pasundan Cimahi Putri.

Sementara Universitas Negeri Malang menjadi satu-satunya wakil Jawa Timur dan Universitas Tidar Magelang mewakili Jawa Tengah. Format pertandingan menggunakan durasi 20 menit semi-bersih per babak dan akan berubah menjadi waktu efektif mulai babak semifinal.

Fase nasional juga mulai menerapkan Video Support (VS) untuk empat situasi krusial: Goal/No Goal, Penalty/No Penalty, kartu merah, dan kesalahan identifikasi pemain. Penanggung jawab kompetisi Campus League, Dave Leopold, menegaskan aturan larangan pemain profesional tetap dipertahankan.

“Campus League menjadi panggung bagi student-athlete yang masih ada di kampus, bukan yang sudah terdaftar di level profesional,” ujarnya.

Turnamen ini menyediakan total hadiah Rp60 juta untuk masing-masing kategori putra maupun putri.

Hari pertama langsung menyajikan skor besar. Dari Grup B putra, UINSGD Bandung menundukkan Universitas Islam Indonesia (UII) 4–1. Brace dicetak Muhammad Revaldo Arkeisya dan kapten Aldy Zakky Auliya, sedangkan balasan UII lahir dari Fausta Dhiya Ulhaq Wihana Putra. Pelatih UINSGD, Deden Zaini Muhibban, menyebut kemenangan merupakan buah disiplin dan rotasi cepat.

"Kami datang ke fase nasional bukan untuk main-main, tapi mati-matian dan hasil 4–1 jadi bukti komitmen mereka,” tuturnya. Kapten UINSGD, Aldy menilai kemenangan awal ini menjadi modal motivasi.

"Kami berjuang bukan sekadar mengejar gelar, tapi membuktikan bahwa UIN punya potensi besar di dunia olahraga nasional,” ucapnya.

Di Grup A putri, UPI Bandung memetik hasil mencolok usai mengatasi UGM Yogyakarta 7–1. Dua gol dicetak Nizrina Fauziah Permana dan Risty Dewi Utami, disusul Revania Zahira Shova, Lisnasari, dan Priskilla. UGM membalas lewat Trully Keyra Mahesti.

Pelatih UPI, Yunita Sari, menegaskan kemenangan hasil kedisiplinan strategi. “Setiap pertandingan kami anggap seperti final supaya fokus terjaga,” kata Yunita. Pemain UPI, Lisnasari menuturkan kemenangan besar tidak boleh membuat tim lengah.

“Kami terus belajar dan evaluasi supaya tampil lebih baik,” ujarnya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya