Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Drama F1 GP Qatar Buka Jalan Duel Tiga Arah di Abu Dhabi, McLaren Akui Blunder Strategi

Khoerun Nadif Rahmat
01/12/2025 13:02
Drama F1 GP Qatar Buka Jalan Duel Tiga Arah di Abu Dhabi, McLaren Akui Blunder Strategi
Pebalap Red Bull Max Verstapp en (tampak punggung) berselebrasi seusai keluar sebagai juara balapan Formula 1 Grand Prix Qatar di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (30/11/2025) waktu setempat.(X/@F1)

PERSAINGAN perebutan gelar juara dunia Formula 1 kian memanas setelah Max Verstappen (Red Bull) tampil sebagai pemenang Grand Prix Qatar, Minggu (30/11) waktu setempat.

Kemenangan itu hadir berkat blunder strategi McLaren yang membuat keunggulan mereka sirna dan memberi jalan bagi Verstappen memperpendek jarak di klasemen menjelang seri pamungkas di Abu Dhabi.

Lando Norris masih memimpin klasemen sementara, namun kini hanya berjarak 12 poin dari Verstappen. Oscar Piastri berada di posisi ketiga, tertinggal empat poin dari Verstappen, setelah kehilangan peluang menang dan finis kedua.

Kesalahan tersebut sekaligus mengubah peta perebutan gelar, membuka kemungkinan penentuan juara yang melibatkan lebih dari dua pembalap untuk pertama kalinya sejak 2010.

"Sangat menyakitkan," ucap Piastri dikutip dari BBC.

Kesalahan di Pitstop Berbuah Petaka

Momen krusial terjadi ketika Safety Car masuk pada lap ketujuh menyusul insiden antara Nico Hulkenberg dan Pierre Gasly. 

Hampir seluruh tim langsung memilih masuk pit untuk memanfaatkan selisih waktu sembilan detik dan menyesuaikan strategi sesuai batas maksimal 25 lap untuk setiap set ban yang ditetapkan Pirelli. Namun McLaren memilih tetap berada di lintasan.

"Jelas bukan hari terbaik kami," kata Norris.

Keputusan itu membuat McLaren kehilangan posisi penting di sirkuit yang terkenal sulit menyalip, membuka celah bagi Verstappen untuk mengambil alih kontrol lomba tanpa perlawanan berarti hingga garis finis.

Verstappen mengatakan ia langsung menangkap peluang ketika dipanggil ke pit. "Saat mereka memanggil saya masuk, saya melihat masih di lap tujuh. Saya pikir ini kesempatan bagus untuk menang," ujarnya.

Stella: Harus Evaluasi Menyeluruh

Prinsipal McLaren, Andrea Stella, menjelaskan bahwa tim khawatir tidak semua pembalap akan masuk pit, sehingga mereka berisiko kehilangan posisi jika melakukan pitstop bersamaan.

"Kami harus menilai beberapa faktor, apakah ada bias dalam cara berpikir kami yang membuat kami mengira tidak semua mobil akan masuk pit," kata Stella. 

"Penting bagi kami meninjau secara menyeluruh, secara konstruktif dan analitis."

Stella juga menyebut pertimbangan teknis lainnya, yaitu risiko kehilangan waktu signifikan apabila harus melakukan double-stack pitstop untuk dua mobil sekaligus, yang bisa merugikan Norris.

Di paddock muncul spekulasi tentang dugaan keberpihakan tim pada Norris, namun McLaren menegaskan tetap menjunjung keadilan kepada kedua pembalapnya.

Jalan Menuju Abu Dhabi

Norris berusaha menjaga ketenangan menjelang laga penentu yang bisa menjadi gelar dunia pertamanya. "Sama seperti setiap akhir pekan. Saya mencoba mengalahkan mereka, mereka mencoba mengalahkan saya. Tidak ada yang berbeda. Saya hanya ingin tidur," ujarnya.

Piastri pun berupaya melihat sisi positif dari situasi tersebut. "Kami membuat keputusan yang salah. Itu jelas, tapi bukan berarti dunia berakhir, saat ini memang sakit, tetapi waktulah yang akan memperbaikinya."

Verstappen menikmati tekanan dan peluang merebut gelar kelima beruntun. "Jika saya tidak menang, saya tetap tahu bahwa saya menjalani musim yang luar biasa, saya hanya menikmati balapan seperti hari ini," katanya.

Stella menegaskan fokus McLaren kini tertuju pada evaluasi untuk memperkuat kesiapannya di seri pamungkas. "Balap itu keras. Balap bisa memberi pelajaran berat. Kami ingin menghadapi kesempatan indah ini untuk menghentikan dominasi Verstappen dengan menjadi diri terbaik kami," tegasnya.

Seri terakhir di Abu Dhabi pekan depan diprediksi menjadi salah satu penentuan gelar paling menegangkan dalam sejarah Formula 1 modern. (Ndf/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya