Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM bulu tangkis Indonesia harus merelakan trofi Piala Suhandinata 2025 kembali ke tangan Tiongkok setelah kalah 0-2 (30-45, 44-45) pada partai final Kejuaraan Dunia Junior Beregu Campuran di National Centre of Excellence, India, Sabtu (11/10).
Indonesia, yang berstatus juara bertahan, tampil dengan semangat tinggi untuk mempertahankan gelar, namun harus mengakui keunggulan lawan yang menurunkan tiga pasangan juara Asia Junior 2025 di sektor ganda.
Partai pertama mempertemukan ganda putri Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine dengan pasangan unggulan Cao Zi Han/Chen Fan Shu Tian dari Tiongkok.
Riska/Rinjani sempat menyamakan skor 5-5, bahkan menahan tiga match point lawan sebelum akhirnya kalah tipis 8-9.
Di partai kedua, Rinjani kembali turun bersama Ikhsan Lintang Pramudya di sektor ganda campuran menghadapi Chen Jun Ting/Cao Zi Han. Pertarungan berlangsung ketat hingga skor 13-13, namun pasangan Indonesia kehilangan momentum dan tertinggal 15-18.
Tiongkok makin memantapkan keunggulan melalui tunggal putri Liu Si Ya yang menundukkan Thalita Ramadhani Wiryawan dengan skor 27-20.
Sementara itu, tunggal putra Moh Zaki Ubaidillah belum mampu menahan perlawanan Liu Yang Ming Yu.
Ganda putra Raihan Daffa Edsel Pramono/Alexius Ongkytama Subagio pun tak berdaya dan hanya mengumpulkan tiga poin, menutup set pertama dengan kekalahan 30-45.
Memasuki set kedua, semangat juang tim Garuda Muda belum padam. Riska/Rinjani berhasil membuka asa lewat kemenangan 9-5 atas pasangan yang sama. Lintang/Rinjani kemudian menjaga momentum dan sempat unggul 13-8, namun Chen/Cao berhasil membalikkan keadaan menjadi 18-14.
Di sektor tunggal putri, Thalita kembali harus mengakui keunggulan Liu Si Ya dengan skor 23-27. Harapan Indonesia sempat muncul ketika Zaki Ubaidillah menyamakan kedudukan 29-29 melalui smes keras menyilang, tetapi lawan kembali unggul 36-32.
Partai terakhir menjadi penentu. Ganda putra Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono tampil gigih menghadapi Chen Jun Ting/Liu Jun Rong, bahkan hampir memaksa rubber set. Namun, perjuangan mereka harus terhenti di angka 44-45, membuat Indonesia kalah 0-2 secara keseluruhan.
Dengan hasil ini, Indonesia gagal mempertahankan gelar yang diraih pada edisi 2024. Sementara Tiongkok kembali menegaskan dominasi mereka di level junior dengan tampil konsisten di semua sektor.
Set 1
WD: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cao Zi Han/Chen Fan Shu Tian 8-9
XD: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Chen Jun Ting/Cao Zi Han 15-18
WS: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Liu Si Ya 20-27
MS: Moh Zaki Ubaidillah vs Liu Yang Ming Yu 27-36
MD: Raihan Daffa Edsel Pramono/Alexius Ongkytama Subagio vs Chen Jun Ting/Liu Jun Rong 30-45
Set 2
WD: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cao Zi Han/Chen Fan Shu Tian 9-5
XD: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Chen Jun Ting/Cao Zi Han 14-18
WS: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Liu Si Ya 23-27
MS: Moh Zaki Ubaidillah vs Liu Yang Ming Yu 32-36
MD: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Chen Jun Ting/Liu Jun Rong 44-45 (Ant/Z-1)
Indonesia gagal mempertahankan gelar juara setelah kalah 0-2 (30-45, 44-45) dari China pada partai final yang berlangsung di National Centre of Excellence, Guwahati, Assam, India.
Bagi Hector Souto, pencapaian timnas Indonesia sebagai runner-up Piala Asia Futsal 2026 belum cukup untuk menenangkan hatinya.
Selain Indonesia dan Saint Kitts and Nevis, dua negara lain yang turut ambil bagian dalam FIFA Series di Indonesia ialah Bulgaria dan Kepulauan Solomon.
Menurut Kensuke Takahashi, Indonesia, yang kini ditangani Hector Souto, berada dalam kondisi yang sangat siap untuk menghadapi raksasa futsal Asia, Iran, di laga final Piala Asia Futsal.
Keberhasilan melaju ke empat besar merupakan pencapaian tertinggi Indonesia sepanjang keikutsertaannya dalam 11 edisi Piala Asia Futsal sejak debut pada 2002.
Kekuatan Indonesia terlihat pada skema pressing tinggi dan set-piece, yang menjadi kunci gol-gol penting di laga sebelumnya.
Hanya Indonesia wakil Asia Tenggara di semifinal Piala Asia Futsal 2026. Vietnam yang pernah menembus semifinal edisi 2016 gugur di tangan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved