Kamis 23 Juli 2015, 00:00 WIB

Potret Buram Wasit Indonesia

Satria Sakti Utama | Olahraga
Potret Buram Wasit Indonesia

ANTARA/Jessica Wuysang

 
SEPAK terjang Nasiruddin yang terjerat kasus pengaturan skor di multiajang SEA Games 2015 lalu seperti membuka kembali tabir bobroknya kondisi sepak bola Indonesia yang sudah terjadi sejak belasan tahun lalu.

Betapa tidak? Sebelum kasus yang kini menjeratnya, Nasiruddin ternyata diketahui telah terlibat kejahatan lain di sepak bola nasional pada 1997 silam.

Ketika itu, 15 wasit yang salah satunya Nasiruddin terbukti menerima suap, yang membuat sejarah paling kelam korps pengadil lapangan hijau dalam sejarah sepak bola di Indonesia.

Alhasil, Nasiruddin dihukum 10 tahun dilarang aktif di dunia sepak bola setelah terbukti terlibat dalam pengaturan skor pada laga yang melibatkan Persikab Bandung. Ketua komite wasit saat itu, Jafar Umar, bahkan harus terhukum lebih berat dengan sanksi 20 tahun.

"Kasus itu melibatkan 15 wasit dan Nasiruddin mendapat sanksi yang paling berat. Dia terbukti membantu memenangkan Persikab. Kasus itu terbuka setelah manajer Persikab yang berbicara," ungkap seorang mantan wasit, Jimmy Napitupulu, kemarin (Rabu, 22/7/2015).

Jimmy menjelaskan kejahatan yang dilakukan oleh rekan sejawatnya itu akibat permasalahan ekonomi yang mendera Nasiruddin. Wasit 48 tahun itu mengaku pernah bertemu pria yang kini divonis 30 bulan penjara di Singapura tersebut saat menjadi tukang parkir dan portir bandara.

"Pernah bertemu pada 2001 silam, dia menjadi wasit sekaligus petugas parkir. Pada 2008, saya juga bertemu kembali dengannya saat ia menjadi portir di bandara Pekan-baru. Sebagai wasit dengan level nasional tentu sungguh miris."

Jimmy pun berharap momen kasus Nasiruddin ini menjadi momen perbaikan, terutama agar kesejahteraan wasit terpenuhi sehingga pengaturan skor dapat diminimalkan.

Efek jera

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menilai kasus pengaturan skor yang terjadi di Singapura dapat menjadi cambuk bagi semua pihak untuk menuntaskan kasus serupa di dalam negeri. Ia pun berharap agar aparat penegak hukum bertindak cepat.

"Kita dorong bersama-sama kepolisian untuk mempercepat pendalaman laporan masyarakat. Semoga ini menjadi cambuk bahwa sesungguhnya ada masalah pengaturan skor yang belum tuntas."

Salah satu objek yang masih menjadi perhatian Imam ialah tidak jelasnya kasus sepak bola gajah antara PSIS Semarang dan PSS Sleman.

"Ketidaktuntasan itu seperti sepak bola gajah sampai saat ini belum ada penanganan yang lebih serius dari aparat hukum. Jadi sebenarnya ini momentum untuk memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan pengaturan skor."

Seperti diberitakan, seorang mafia sepak bola asal Indonesia, Nasiruddin, divonis 30 bulan penjara oleh pengadilan Singapura atas percobaan pengaturan skor di laga pembuka SEA Games 2015 antara Timor Leste dan Malaysia.

Sementara itu, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Budi Waseso menegaskan pihaknya masih meminta pelengkapan bukti. Rekaman saja, katanya, tak cukup untuk membuktikan kejahatan seseorang.(Kim/R-4)

Baca Juga

Stacy Revere/Getty Images/AFP

Atasi Nets, Bucks Rebut Kemenangan Perdana di NBA 2021/2022

👤 Rifaldi Putra Irianto 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 14:04 WIB
Saat menghadapi Brooklyn Nets di Fiserv Forum, Antetokounmpo sukses mengantarkan Bucks merebut kemenangan...
AFP/Christian Petersen / GETTY IMAGES NORTH AMERICA

Diskors Sixers, Simmons Absen di Laga Pembuka NBA

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 11:30 WIB
Masa depan Simmons di Sixers telah dipertanyakan sejak tim kalah dalam gim ketujuh di babak playoff NBA musim...
AFP/Stacy Revere/Getty Images

Antetokounmpo Pimpin Bucks Hajar Nets

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 10:03 WIB
Antetokounmpo melanjutkan performa apiknya kala mengantarkan Bucks menjadi juara NBA, musim lalu, dengan membukukan 32 poin, 14...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya