Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM blind judo Indonesia membuktikan diri sebagai yang paling kuat di Asia Tenggara setelah menyabet 9 medali emas pada ajang ASEAN Para Games (APG) XI 2022 di Gedung Convention Hall Terminal Tirtonadi Solo, Jawa Tengah, yang berakhir Kamis (4/8) sore.
Keperkasaan para judoka tunanetra Merah Putih itu dibuktikan bukan saja di nomor perorangan, tapi juga nomor beregu. Pada hari terakhir cabor itu dipertandingkan, Kamis, tim beregu putra-putri Indonesia berhasil mengandaskan lawan-lawannya
"Ini sesuai prediksi saya kemarin. Indonesia melesat ke atas, dan melebihi target 7 emas menjadi 9, karena beregu putra putri akhirnya mampu menyapu bersih. Dari total 10 nomor sejak hari pertama, hanya satu emas yang disisakan untuk Thailand," tegas Imam Kuncoro, pelatih tim blind judo Indonesia, kepada Media Indonesia usai laga terakhir.
Pada nomor beregu putra (-60 kg, -73 kg, dan +73 kg), Indonesia bermaterikan Junaedi, Shidiqrafli Ahmad, dan Tony Ricardo Mantolas.
Sedangkan beregu putri yang mempertandingkan kelas -48 kg, -57 kg, dan +57 kg, tim Merah Putih berisikan Novia Larrasati, Garini Melinda Artia, Fadillah Nurul, dan Maghfira Balgis Mega.
Trio judoka Indonesia menang mutlak saat melawan Filipina dan Vietnam, tapi sempat berjuang keras menghadapi Thailand. Seperti saat Junaedi harus bertanding ekstraketat menaklukkan Kongsuk Vitoon.
Baca juga: Akhiri Dahaga 9 Tahun, Timnas Voli Duduk Putri Indonesia Rebut Emas di APG 2022
Dua hari sebelumnya, di nomor individual, Junaedi harus mengakui kehebatan Kongsuk yang mendapat emas melalui ippon. Dia pun harus puas mendapatkan perak.
Namun di nomor beregu, Junaedi mampu membalas kekalahan dengan mengalahkan Kongsuk. Pejudo asal Garut itu berusaha mengalahkan Kongsuk untuk menyumbangkan poin pertama bagi tim beregu Indonesia, dan berhasil.
Revans atas Kongsuk Vitoon dengan skor tipis dalam waktu bertanding selama empat menit membuat Junaedi sangat puas.
"Dia hebat. Di nomor individual, saya tidak berdaya. Tapi kali ini gantian Kongsuk harus terima kekalahan," tukas dia usai pengalungan medali lewat upacara pebghormatan pemenang.
Kemenangan Junaedi pun menyemangati dua rekannya sehingga tim beregu putra tuan rumah menghempaskan Thailand dengan skor 3-0. Di dua partai sebelumnya, Indonesia menaklukkan Vietnam dan Filipina juga dengan 3-0.
Sedangkan pada beregu putri yang hanya diikuti dua negara, yakni Indonesia dan Filipina, Novia Larasati dan kawan-kawan tidak kesulitan menundukkan lawannya.
Tambahan dua emas di nomor beregu putra putri tersebut membuat raihan emas Indonesia pada cabang olahraga ini menjadi 9, atau melampaui target 7 medali emas. "Kita juara umum," pungkas Kuncoro. (OL-16)
Blind merupakan drama thriller misteri. Cerita drama itu berpusat pada korban yang mengalami ketidakadilan.
Syerina, yang baru pertama kali turun di kelas 70 kg, menyumbangkan satu dari total empat medali emas yang berhasil dikoleksi kontingen Merah Putih dari cabang judo.
I Made Sastra Dharma memenangkan medali emas SEA Games 2025 dari cabang olahraga judo kelas 81-90 kg.
CABANG olahraga judo menambah satu medali emas dan dua perak untuk Kontingen Indonesia pada hari kedua pertandingan SEA Games 2025, Sabtu (13/12).
Judoka Indonesia berhasil merebut tiga emas sekaligus di SEA Games 2025.
Kontingen Jawa Barat keluar sebagai juara umum taekwondo dengan raihan total 14 medali.
DUA cabang olahraga yaitu judo dan taekwondo memanaskan hari pertama pertandingan PON Bela Diri Kudus 2025 yang digelar di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (12/10).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved