Sabtu 07 Mei 2022, 20:35 WIB

IADO Disorot WADA, Merah Putih Terancam tak Bisa Berkibar Lagi

Akmal Fauzi | Olahraga
IADO Disorot WADA, Merah Putih Terancam tak Bisa Berkibar Lagi

AFP
Badan Ant-Doping Dunia (WADA)

 

KETUA Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari memberi peringatan secara khusus kepada Indonesia Anti-Doping Organization (IADO). Lembaga independen yang bertanggung jawab terhadap anti-doping di Indonesia ini diminta serius menaati kode Badan Anti-Doping Dunia (WADA).

Okto, sapaan karib Raja Sapta, mengatakan IADO kembali berada di ujung tanduk. Sebab, ia menerima surat tembusan dari WADA bahwa IADO mendapat Corrective Action Report (CAR) atau Laporan Tindakan Korektif karena aturan yang berlaku saat ini masih belum sejalan dengan WADA Code 2021.

Meski WADA resmi membebaskan Indonesia dari jerat sanksi pada Februari lalu, IADO tetap dalam pengawasan ketat WADA untuk tetap bisa menjalankan tugasnya secara profesional dan compliance dengan WADA Code. "Saat ini, Merah Putih terancam tak bisa berkibar lagi. Jika masalah ini tidak bisa diselesaikan sebelum 23 Juni, Indonesia terancam sanksi dan tidak bisa mengibarkan bendera Merah Putih lagi," kata Okto, Sabtu (7/5).

“Saya dan juga mantan Ketua Gugus Tugas Pembebasan Sanksi WADA mengimbau keras kepada IADO untuk bisa lebih intensif berkomunikasi, baik dengan Kemenpora dan lainnya agar situasi kritikal ini dapat teratasi," lanjutnya.

IADO, sebelumnya Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI), sempat menerima sanksi selama satu tahun dari WADA pada 7 Oktober 2021, Kala itu, Oktohari diberi kepercayaan memimpin Gugus Tugas Pembebasan Sanksi WADA. Lewat diplomasi yang dijalankan Oktohari ke WADA, IADO akhirnya terbebas dari jerat sanksi dalam waktu kurang dari empat bulan.

Meski sudah terbebas sanksi, IADO masih dalam tahap pengawasan ketat WADA. Terutama Divisi Compliance Unit yang memang bertanggung jawab melakukan pengawasan kepada seluruh Badan Anti-Doping Nasional (NADO) di seluruh dunia.

“Saya berharap semua pihak dapat memahami situasi kritikal ini. Jangan sampai apa yang sudah dilakukan Gugus Tugas membuat kita kembali dalam posisi sulit dan Indonesia mendapat sanksi lagi. Imbasnya sangat besar, bukan cuma tidak bisa mengibarkan Merah Putih, tetapi juga tidak bisa menyelenggarakan single dan multi-event olahraga internasional,” kata Okto.

Hal tersebut, harus menjadi perhatian bersama. Terlebih, Indonesia tengah bersiap menjadi tuan rumah ASEAN Para Games 2022, 23-30 Juli. “WADA juga berencana datang ke Indonesia. Jadi saya berharap agar situasi kritis ini bisa diatasi, sehingga kita tidak mendapat sanksi,” terang Okto. (KOI/OL-15)

Baca Juga

dok.ist

Ketum Harian PB ESI : Tim E-Sport di Sea Games 2022 Banggakan Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 21:05 WIB
KETUA Umum Harian PB ESI Komjen Pol Bambang Sunarwibowo mengapresiasi capaian tim e-sport di Sea Games Vietnam dan akan terus menyiapkan...
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Pencalonan Istri Plt Bupati Bandung Barat Menjadi Ketua KONI Dikritisi

👤Bayu Anggoro 🕔Selasa 17 Mei 2022, 20:45 WIB
Tokoh olahraga di Kabupaten Bandung Barat menginginkan Ketua KONI yang memahami olahraga sekaligus mengerti seluk beluk Bandung...
Ye Aung Thu / AFP

Flairene Candrea Sumbang Emas di 100 Meter Gaya Punggung

👤Akmal Fauzi 🕔Selasa 17 Mei 2022, 20:41 WIB
Dia mampu menjadi yang terbaik dengan catatan waktu 1 menit 03,36...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya