Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Tetap Yakin dengan Persiapan Minim

Maggie Nuansa Mahardika
14/5/2016 00:45
Tetap Yakin dengan Persiapan Minim
(Dok.PBSI)

DUA tahun silam, tim Thomas dan Uber Indonesia begitu maksimal dalam menyiapkan diri sebelum tampil di turnamen beregu paling bergengsi itu.

Para pemain menjalani training camp hingga dikarantina di Kudus, Jawa Tengah, agar lebih kompak sebagai sebuah tim.

Namun, hal itu tidak terjadi tahun ini.

Fokus bulu tangkis Indonesia terbagi antara ajang itu dan Olimpiade Rio 2016.

Bagaimana untuk mengantisipasi hal itu dan bagaimana peluang Indonesia di ajang itu? Berikut ini petikan wawancara wartawan Media Indonesia, Maggie Nuansa Mahardika, dengan manajer tim Piala Thomas dan Uber Indonesia, Rexy Mainaky, pekan lalu.

Bagaimana Anda mengatur waktu persiapan tim Thomas dan Uber Indonesia yang sempit?

Memang persiapan secara tim tidak bisa seperti dua tahun lalu.

Namun, persiapan secara individu di pelatnas terus berjalan.

Sambil berburu poin kualifikasi Olimpiade, kami mempersiapkan diri.

Karena jeda dari penutupan kualifikasi olimpiade sampai keberangkatan ke Tiongkok hanya dua pekan, program khususnya hanya berfokus pada pemulihan kebugaran fisik, fokus, dan konsentrasi.

Kekompakan tim selalu kami bangun saat sama-sama berlatih.

Apakah hal itu menjadi masalah yang akan menghambat Indonesia menggapai target?

Saya kira hal ini juga dialami negara-negara lain, termasuk Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Para pemain terbaik mereka juga sama-sama mengumpulkan poin kualifikasi olimpiade.

Bukan kita saja yang harus pintar-pintar menggunakan waktu.

Anda tetap optimistis dengan target juara bagi tim Thomas dan menembus semifinal bagi tim Uber?

Dilihat dari rekam jejak tim Thomas pada kualifikasi di Hyderabad, India, Februari lalu, mereka bisa mengalahkan tim Jepang yang merupakan juara bertahan dan turun dengan kekuatan penuh.

Jadi, kami optimistis tim Thomas bisa juara.

Untuk tim Uber, kami lebih realistis.

Kami tetap menargetkan lolos ke semifinal meskipun harus diakui cukup berat.

Bukannya mengecilkan tim Uber, menjadi juara grup dan menang dari Thailand memang agak berat.

Thailand punya pemain tunggal yang bagus-bagus.

Setidaknya kami bisa menjadi runner-up grup dan lolos ke babak delapan besar. Itu saja dulu langkahnya. (R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya