Jumat 02 Juli 2021, 12:49 WIB

Dapat Mesin Baru, Verstappen Yakin Persaingan di GP Austria akan Sengit

Ilham Ananditya | Olahraga
Dapat Mesin Baru, Verstappen Yakin Persaingan di GP Austria akan Sengit

AFP/Andrej ISAKOVIC
Pembalap Red Bull Max Verstappen

 

PEMBALAP Red Bull Max Verstappen berhasil menang secara dramatis dengan keunggulan 35 detik lebih atas rivalnya Lewis Hamilton di Grand Prix Styria. Begitupun di Grand Prix Prancis, Verstappen menang dengan menjadi salah satu pembalap favorit yang diunggulkan untuk berada di puncak podium klasemen umum.

Putaran kesembilan Kejuaraan Dunia Formula 1 2021 akan dilaksanakan, akhir pekan ini, yang masih akan digelar di Sirkuit Red Bull Ring.

Menurut Verstappen, yang mendominasi di GP Styria lalu, dirinya bakal mengira untuk persaingan putaran kesembilan semakin sengit.

Baca juga: Gagal Juara Beruntun Empat Kali, Hamilton Berlatih di Simulator

“Saya perkirakan akan lebih sengit. Tidak ada jaminan dalam olahraga F1. Kami terus meningkatkan kemampuan dan performa untuk GP Austria.” ujar Verstappen dalam pernyataan resmi di jumpa pers jelang GP Austria, Kamis (1/7) lalu.

Tim Mercedes yang dinilai lengah dan tidak fokus dalam pembuatan mobil dan mesin W12-nya sehingga Hamilton memiliki catatan buruk sepanjang lomba dengan hanya memimpin 122 putaran jika dibandingkan Verstappen 332 lap sepanjang musim.

Kondisi yang kurang menguntungkan itu membuat bos Mercedes ingin menyudahi pemutakhiran W12. Sementara Direktur Teknik James Allison memberitahukan perihal apa yang perlu menjadi pembenahan W12 di sisa musim.

“Perubahan aerodinamika dan power unit. Kami masih punya kesempatan memperbaikinya, musim ini.” tutur Allison.

Kabar buruk juga datang dari tim Red Bull Racing, setelah kini Honda yang bekerja sama sebagai penyuplai power unit (mesin) menyatakan mundur dari F1 di akhir 2021, Oktober lalu.

Pemasok power unit alternatif sementara hanya terdapat tiga pilihan bagi tim Red Bull, dari Mercedes, Renault, atau Ferrari. Tidak ada yang menunjukkan ketertarikannya selain Ferrari. Namun, Red Bull enggan menjadi tim pelanggan dan kesepakatan pun gagal bagi kedua belah pihak.

Kepala tim Red Bull Racing Christian Horner mengungkapkan keinginannya untuk membuat mesinnya sendiri.

“Itu adalah langkah besar dan berani, mengendalikan nasib kami sendiri sebagai pemasok mesin dan membawa segalanya di bawah satu atap di Milton Keynes. Itu akan menjadikan Redbull sebagai tim selain Ferrari yang punya semuanya dalam satu fasilitas,” ungkapnya. (motorsport/Formula1/OL-1)

Baca Juga

AFP/THOMAS SAMSON

Perjalanan Raducanu Terhenti di Prancis Terbuka 2022

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Kamis 26 Mei 2022, 15:08 WIB
Raducanu kalah dalam pertarungan tiga set 6-3, 1-6 dan 1-6. Sempat unggul pada set pertama, sayangnya Raducanu tidak dapat mempertahankan...
AFP/Andy Lyons/Getty Images

Kalahkan Heat di Gim 5, Celtics Kini Unggul 3-2

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 26 Mei 2022, 12:04 WIB
Celtics, yang memperbaiki rekor tandang mereka di babak playoff menjadi 6-2, kini hanya terpaut satu kemenangan dari laga final NBA pertama...
AFP/Christophe ARCHAMBAULT

Alcaraz Mengaku Sedikit Tertekan Dipandang Sebagai Calon Bintang

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 26 Mei 2022, 08:30 WIB
Unggulan keenam berusia 19 tahun itu, dipandang sebagai orang yang bisa mematahkan dominasi Novak Djokovic dan Rafael Nadal di turnamen...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya