Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan pihaknya bakal memanfaatkan Gedung Pusat Pelatihan, Pendidikan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Jawa Barat, untuk pembinaan atlet usia muda.
P3SON Hambalang yang merupakan megaproyek senilai Rp2,5 triliun itu kini terbengkalai pembangunannya sejak 2011 karena kasus korupsi. Zainudin mengatakan jika bisa digunakan, pemanfaatan kompleks olahraga yang berdiri di atas lahan seluas 32 hektar itu akan didesain ulang.
“Saya sudah mendapat izin menggunakan Hambalang, tapi harus di redesign. Presiden (Joko Widodo) telah memberi arahan boleh digunakan, saya sudah koordinasi dengan Menteri PU-Pera,” kata Zainudin dalam sesi wawancara, kemarin.
Presiden Jokowi sendiri sempat mengunjungi Wisma Hambalang pada Maret 2016. Jokowi saat itu berjanji agar proyek Hambalang bisa dimanfaatkan kembali dan meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengevaluasi proyek yang mangkrak itu.
Zainudin mengatakan pembinaan atlet usia muda dilakukan sejak usia sekitar 10-13 tahun. Pembinaan juga dipriotitaskan untuk cabang-cabang yang langganan berlaga di Olimpiade, seperti angkat besi dan bulu tangkis.
“Apalagi, kita punya bidding (pencalonan tuan rumah) Olimpiade 2032. Peak performance atlet kan usia 24, 25, dan 26 tahun, kita perlu persiapkan,” jelas Zainudin.
Dalam desain pembinaan yang sudah dibuat, kata Menpora, mereka yang berusia sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) akan ditempatkan di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON) Cibubur. “Setelah mereka tamat SMA atau masuk perguruan tinggi, kami dorong mereka ke Hambalang sebagai lanjutan pembinaan,” kata Zainudin. (Mal/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved