Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Satu Niat Tulus Lukman Niode belum Terwujudkan

Widhoroso
18/4/2020 01:55
Satu Niat Tulus Lukman Niode belum Terwujudkan
Mantan perenang nasional Lukman Niode(DOK Indonesian Olympian Association (IOA))

KEPEDULIAN legenda renang Indonesia, Lukman Niode terhadap pandemi virus korona (Covid-19) tidak perlu diragukan. Sebelum meninggal dunia akibat Covid-19, Jumat (18/4), Lucky, panggilan akrab Lukman Niode,  sudah mempelopori lahirnya gerakan Indonesian Olympian Association (IOA) Peduli Covid-19 dalam membantu penangangan wabah Covid-19.

"Mas Lucky yang pertama melontarkan ide IOA Peduli Covid-19 sejak wabah ini melanda Indonesia," kata Lingling Agustin, Bendahara IOA Jumat (17/4).

Untuk mewujudkan keinginan itu, kata Lingling, IOA sempat mengajukan surat dukungan terhadap kegiatan IOA Peduli Covid-19 kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Arifin Tasrif dan Menteri Perhubungan Budi Karya.

"Pak Menteri ESDM sudah janji akan membantu. Begitu juga dengan Pak Budi Karya. Sayangnya, niat tulus mas Lucky itu belum bisa terwujud. Apalagi, IOA batal audiensi dengan Pak Budi Karya yang sudah terserang Covid-19. Sejak itu, Bu Yayuk Basuki selaku Ketua Umum IOA menginstruksikan seluruh pengurus bekerja dari rumah sesuai anjuran pemerintah," jelas Lingling.

Karena sangat ingin membantu agar wabah Covid-19 bisa cepat teratasi, kata Lingling, Lukman Niode menjadi relawan Covid-19 Kantor Staf Presiden (KSP). Bahkan, dia terjun langsung memasok Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis ke berbagai rumah sakit di Jakarta.

"Saya sudah sempat melarang agar tidak terjun langsung memasok APD ke rumah sakit. Tetapi Mas Lucky tetap saja ikut langsung membagikan APD," kata Lingling.

Soal keterlibatan Lucky mejadi sukarelawan Covid-19, kata Lingling, juga diketahui Perwakilan World Olympian Association (WOA) Asia,  Malav Shroff, mantan atlet layar India, saat rapat virtual online pengurus IOA yang digelar 8 April 2020 lalu.

"Semua peserta virtual online mendengar Mas Lucky memberitahukan bahwa dirinya menjadi sukarelawan seperti yang dilakukan Malav Shroff di India. Dan, Mas Lucky juga sempat mengingatkan Malov agar berhati-hati karena Covid-19 merupakan virus berbahaya," ujar Lingling. (R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya