Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPERTINYA akan ada banyak yang berubah sejak adanya korona (covid-19) dalam kehidupan umat manusia, termasuk ketika menikmati sebuah laga olahraga. Ke depannya setelah pandemi berakhir, mungkin tidak akan mengherankan jika ada yang mengenakan masker saat menonton pertandingan olahraga. Bisa jadi, bakal terlihat botol cairan pembersih tangan di setiap arena. Atau juga pengecekan suhu badan sebelum memasuki stadion. Mungkin juga tidak diperbolehkan lagi bersalaman dan berpelukan saat merayakan sebuah kemenangan. Joseph Allen, seorang profesor di Universitas Harvard, mengatakan dunia olahraga memiliki pengaruh yang besar ke gaya hidup masyarakat.
Akibat korona, penyesuaian di dunia olahraga dipandang perlu dilakukan, utamanya mengenai bagaimana saat menangani banyaknya jumlah orang dalam satu tempat. Di Amerika Serikat (AS), rata-rata jumlah penonton di sebuah laga NBA mencapai angka 15 ribu hingga 20.600. Lapangan bisbol Dodger Stadium di Los Angeles pernah dipenuhi hampir 50 ribu penonton. Dalam satu laga yang diikuti tim rugbi Green Bay Packers di semua musim, bisa hadir 74 ribu penonton. Laga AS Terbuka di Arthur Ashe Stadium di New York juga biasa ditonton 23 ribu penggemar tenis. "Risiko penyebaran (korona) di keramaian ialah nyata," kata Andrew Peterson, profesor and spesialis medis olahraga Universitas Iowa. "Jika hanya sedikit jumlah orangnya, bisa diatasi. Namun, di stadion berkapasitas besar, sulit," sambung Peterson.
Dalam sebuah jajak pendapat belum lama ini, mayoritas warga AS mengatakan belum siap untuk bisa menghadiri sebuah acara yang bisa dihadiri banyak orang. Sekitar 72% dari responden yang disurvei mengatakan mereka tidak akan hadir jika acara olahraga dilanjutkan sebelum ada vaksin korona. Selain dari persepsi masyarakat, ajang olahraga dalam bentuk apa pun menghadapi kendala izin dari pemerintah di AS dan pastinya di banyak negara lain. Pada 15 Maret, pusat pengendalian penyakit (CD) AS merekomendasikan pembatalan atau penundaan pertemuan 50 orang atau lebih selama delapan pekan ke depan. Gedung Putih juga menyarankan agar pertemuan sosial apa pun yang melibatkan 10 orang atau lebih tidak dilakukan. "Penentuan kepadatan kerumunan dan tempat duduk penonton akan diinformasikan seiring dengan kami mendapatkan banyak informasi tentang pengujian dan perlindungan respons imun yang mungkin ada setelah pemulihan dari paparan," kata Doug Aukerman, Direktur Kedokteran Olahraga di Oregon State University. (Deden Muhamad Rojani/ ESPN/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved