Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Wimbledon Terancam Dibatalkan Imbas Corona

Deden Muhamad Rojani
01/4/2020 22:06
Wimbledon Terancam Dibatalkan Imbas Corona
Roger Federer terancam abswn Wimbledon tahun depan karena menimang pensiun(AFP)

PANDEMI Covid-19 akan berimbas turnamen Wimbledon tahun ini.

Jika itu terjadi, maka pembatalan kejuaraan tenis paling bergengsi tersebut akan menjadi yang pertama sejak perang dunia II.

Wimbledon sedianya digelar dua pekan mulai 29 Juni dengan Novak Djokovic dan Simona Halep sebagai juara bertahan.

Keputusan ini sudah diduga jauh-jauh hari karena dunia kesulitan membendung penyebaran COVID-19 yang sudah menginfeksi sekitar 840.000 orang seluruh dunia dan sudah menewaskan sekitar 40.000 orang.

Turnamen-turnamen persiapan Wimbledon juga akan otomatis dibatalkan, menyusul pembicaraan yang melibatkan ketua Wimbledon dan badan-badan penyelenggara tenis.

Penyelenggara menolak menggelar Grand Slam tanpa penonton dan menganggap penundaan hanya akan menciptakan masalah baru.

Juara Wimbledon tiga kali Boris Becker sudah meminta penyelenggara turnamen untuk menunggu waktu lebih lama lagi sebelum mengambil keputusan.

"Aku benar-benar berharap Wimbledon akan menunggu hingga akhir April untuk mengambil keputusan. Pertandingannya adalah minggu pertama bulan Juli. Kesabaran adalah suatu kebajikan," tandasnya dikutip dari AFP.

Sebaliknya mantan petenis putri nomor satu dunia Amelie Mauresmo yang juga juara Wimbledon 2006 menyatakan Wimbledon tahun ini harus dibatalkan.

"Saya pikir kita harus menggarisbawahi musim tenis 2020," ujarnya lewat akun Twitter pribadinya.

Keputusan pembatalan ini bisa berdampak pada Roger Federer, Serena Williams dan Venus Williams. Bisa jadi tahun depan mereka tidak bisa mengikuti Wimbledon karena kemungkinan akan pensiun.

Federer dan Serena akan berumur 40 pada 2021, sedangkan Venus akan berusia 41.

Petenis Amerika John Isner menyebut pembatalan Wimbledon akan menjadi pil pahit.

Sementara, Federasi Tenis Prancis memicu kontroversi karena secara sepihak memundurkan jadwal Prancis Terbuka dari semula 24 Mei menjadi 20 September. Ini artinya hanya berselisih satu pekan dari jadwal AS Terbuka. (OL-8).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Polycarpus
Berita Lainnya