Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TRIO lifter andalan Indonesia, yaitu Eko Yuli Irawan (61kg), Triyatno (73kg) dan Deni (67kg) bakal unjuk gigi di ajang Fadjar International Tournament yang diadakan di Iran, 1-5 Februari 2020.
Ketiga lifter diberangkatkan ke Iran untuk melakukan pemanasan jelang Olimpiade Tokyo 2020.
Pelatih Kepala Tim Angkat Besi Indonesia Dirdja Wihardja mengatakan ketiga anak asuhnya dituntut konsistensinya karena kejuaraan Fadjar International juga termasuk dalam babak kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.
Konsistensi untuk mempertahankan angkatan terbaiknya dikatakan Dirdja agar para lifter bisa meningkatkan posisi agar lolos ke ajang empat tahunan tersebut.
Hingga saat ini, baru Eko yang mendekati raihan tiket ke Tokyo. Peraih perak di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 kini berada di peringkat delapan besar.
Baca juga : Presiden IWF Nonaktif Sementara Untuk Penyelidikan Korupsi
Berdasarkan regulasi, yang berhak mendapatkan tiket merupakan lifter yang berada di posisi delapan besar. Ketentuan lainnya setiap negara hanya mendapatkan jatah satu lifter setiap kelas.
"Angkatan terbaik Eko memang 317kg tetapi di Iran dia hanya butuh meraih total angkatan 310kg untuk dapat 1.000 poin sekaligus memastikan posisinya tidak bergeser di peringkat dunia," tutur Dirdja.
Sementara Deni masih punya peluang untuk lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 karena kini berada di peringkat 12 dunia.
"Deni cukup berpeluang meraih tiket ke Tokyo karena dari daftar peringkat 12 besar dunia itu tercatat tiga lifter Tiongkok, kemudian Uzbekistan dan Kolombia masing-masing dua lifter dan satu lifter Jepang,” ucap Dirdja.
Artinya, Tiongkok, Kolombia dan Uzbekistan hanya mendapat jatah satu lifter dan lifter tuan rumah tidak dihitung karena sudah otomatis dapat tiket sebagai tuan rumah Olimpiade, sehingga Deni berarti Deni berada di peringkat delapan besar.
Di Iran, Deni harus kerja keras demi mempertahankan posisinya. Tercatat, lifter asal Bogor itu harus meraih total angkatan 320kg di Iran, naik 5kg dari angkatan terbaiknya 315kg.
Lifter Triyatno harus berjuang lebih keras agar bisa masuk peringkatnya ke posisi delapan besar. Triyatno dituntut untuk mencatat total angkatan 330kg dari angkatan terbaik sebelumnya 326kg. (OL-7)
Pascakesuksesan di SEA Games 2025, induk organisasi angkat besi tanah air kini membidik medali emas pada gelaran Asian Games 2026.
Prabowo juga memberikan nasihat kepada lifter nasional Rizki Juniansyah yang baru saja menerima bonus sebesar Rp1 miliar dan kenaikan pangkat dua tingkat lebih tinggi.
Strategi memisahkan kedua lifter ini dinilai sebagai langkah taktis untuk memaksimalkan potensi dua medali emas sekaligus.
Emas yang diraih oleh Rizki menjadi kontribusi penting bagi kontingen Indonesia.
SATU keping medali perak menutup perjuangan tim angkat besi Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Thailand.
Emas ini menjadi yang keempat bagi Rahmat sepanjang keikutsertaannya di SEA Games sekaligus emas pertamanya di kelas 88 kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved