Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SIAPA sangka sebelum terkenal menjadi pebulu tangkis hebat asal Spanyol, Carolina Marin adalah penari flamenco. Ia telah mengenal tari flamenco sejak usia tiga tahun. Di tempat kelahirannya, Huelva, Spanyol, tarian flamenco sangat populer.
Sehingga, Marin pun turut menggeluti tarian yang berkembang di Andalusia itu sejak abad ke-14 itu. “Tari flamenco adalah salah satu hal terpopuler di tempat kelahiran saya. Jadi itulah kenapa saya turut aktif menari saat kecil,” ujar peraih juara tunggal putri di Olimpiade 2016 Rio itu, Sabtu (18/1).
Baca juga: Tekad Besar untuk Menang Bawa Greysia/Apriyani ke Final
Pertemuan Marin dengan bulu tangkis berkat campur tangan teman kecilnya yang juga berlatih tarian flamenco bersamanya. "Waktu itu saya diajak main oleh teman. Saya sebelumnya tidak tahu permainan bulutangkis. Jujur, saat pertama kali bermain, saya merasa, 'ini olah raga apa sih? Namun akhirnya saya lebih enjoy bermain bulu tangkis,” tutur Marin.
“Itulah yang membuat saya nyaman dan meneruskan bermain bulu tangkis,” tambahnya.
Langkahnya untuk meninggalkan tari flamenco dan fokus latihan bulu tangkis membuatnya menjadi pemain timnas bulu tangkis Spanyol termuda. Karirnya pun semakin cemerlang setelah ia menjadi satu-satunya pebulu tangkis Spanyol yang berhasil menjadi juara Olimpiade.
Kini, Marin sukses lolos ke babak final Indonesia Masters 2020 setelah mengalahkan He Bing Jiao asal Tiongkok, 21-11, 21-19, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, (18/1). (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved