Sabtu 21 Desember 2019, 16:29 WIB

ASEAN Para Games 2020 Diundur, Indonesia Ubah Program Latihan

Widjajadi | Olahraga
ASEAN Para Games 2020 Diundur, Indonesia Ubah Program Latihan

MI/Widjajadi
Para atlet paralimpik Indonesia yang disiapkan berlaga pada ASEAN Para Games 2020 di Manila, Filipina.

PRESIDEN Komite Paralimpiade Indonesia Senny Marbun mengumpulkan seluruh pelatih cabang olahraga (cabor) di Kantor NPC Indonesia, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (21/12).

Pertemuan tersebut digelar untuk menyikapi pengunduran pelaksanaan ASEAN Para Games (APG) 2020 di Manila, Filipina. Semula APG 2020 akan dilaksanakan pada 18-24 Januari 2020 dan tiba-tiba diundur menjadi 20-28 Maret 2020.
 
Dengan pengunduran jadwal APG 2020, para pelatih cabor paralimpik Indonesia diminta menyusun program baru pelatihan nasional.

"Bagi Indonesia mundurnya jadwal tidak ada masalah. Kita tetap semangat bersiap diri menjadi yang terbaik yakni mempertahankan juara umum," papar Senny sebelum memberikan arahan kepada para pelatih dari 16 cabor yang akan mendampingi para atlet NPCI di APG 2020 yang mundur tersebut.

Menurut Senny, penundaan pelaksanaan, membuat waktu pelatnas juga menjadi molor hingga tiga bulan. Karena itu menjadi tugas pelatih untuk menyusun program agar para atlet tidak jenuh, mengingat performa atlet sudah dirancang pada akhir Januari mencapai peak performance.

"Kalau tiba-tiba ada perobahan jadwal, ya harus disikapi ulang. Mereka harus ditata ulang agar peak performance-nya tetap terjaga," imbuh Senny didampingi Wakil Sekjen NPCI Rima Ferdianto.

Sementara itu, pelatih atletik NPCI, Slamet Widodo mengakui penundaan jadwal APG dari Januari menjadi Maret memang bukan menjadi masalah, meski memunculkan kekecewaan.

"Mau tidak mau kami harus menyesuaian dengan cara mengubah program untuk menggeser puncak prestasi atlet dari minggu ketiga Januari menjadi tanggal 20 Maret.Jadi memang  harus ada persiapan khusus," kata Slamet.

"Untuk menyesuaikan, maka para atlet atletik akan melakukan ujicoba internal. Begitu halnya, uji tanding tetap dibutuhkan untuk mengasah mental sekaligus memberikan iklim bertanding yang memadahi," paparnya.

Hal yang sama dilakukan 15 cabang olahraga yang akan tampil di Filipina. Apalagi seperti renang, tenis meja dan catur diharapkan menjadi pundi pundi emas yang akan mengantarkan Indonesia untuk mempertahankan sebagai juara umum.

Saat ditanya apakah penundaan itu sebagai upaya sabotase dari pihak tuan rumah, untuk merusak konsentrasi dannlain hal, Senny langsubg membantah.

"Saya rasa tidak. Itu kan masalah pendanaan. Jadi kontingen Indonesia menghadapi biasa saja. Apalagi pemerintah siap mem-backup pendanaan molornya Pelatnas," pungkas Senny. (WJ/OL-09)

 

Baca Juga

Antara/Sigid Kurniawan.

Lifter Indonesia Rahmat Abdullah Catatkan Angkatan Terbaik di Grup B kelas 73 kg

👤 Rifaldi Putra Irianto 🕔Rabu 28 Juli 2021, 16:23 WIB
Rahmat tampil terbaik di Grup B usai membuat total angkatan 342 kg dengan rincian snatch 152 kg dan 190 kg clean &...
Antara

Praveen/Melati Kalah di Olimpiade Tokyo, Pelatih: Itu Tanggung Jawab Saya

👤Ilham Ananditya 🕔Rabu 28 Juli 2021, 16:10 WIB
Diketahui, langkah Praveen/Melati di Olimpiade Tokyo harus terhenti, setelah mengakui keunggulan pasangan Tiongkok,...
AFP/LOIC VENANCE

Simone Biles Juga Mundur di Nomor Perorangan

👤Budi Ernanto 🕔Rabu 28 Juli 2021, 14:41 WIB
Sebelumnya Simone Biles telah mundur dari nomor...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Membangun Konektivitas Segitiga Emas Jawa Bagian Tengah

 Untuk membangkitkan pertumbuhan perekonomian di Jawa bagian tengah, Tol Joglosemar menjadi salah satu solusi

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya