Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMITE Olimpiade Indonesia (KOI) mengapresiasi dan bangga atas ditetapkannya pencak silat sebagai warisan budaya tak benda milik Indonesia oleh UNESCO.
Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari mengatakan, pengakuan UNESCO itu jadi bagian dalam perjuangan Indonesia membawa pencak silat dipertandingkan dalam Olimpiade.
"Pastinya saya ikut bangga dan harta kekayaan seperti ini harus kita jaga dengan baik. Ini juga menjadi satu titik perjuangan lain bagi kita, khususnya kita sedang mengupayakan pencak silat bisa jadi cabor yang harus bisa dipertandingkan di Olimpiade," ungkap pria yang karib disapa Okto itu kepada Media Indonesia, Jumat (13/12).\
Baca juga : Diakui Unesco, Ada Tugas Besar Lestarikan Pencak Silat
Okto menambahkan, sebagai olahraga prestasi, pencak silat juga telah menorehkan sejumlah prestasi bagi Indonesia. Di SEA Games 2019 misalnya, Indonesia menjadi juara umum di cabor pencak silat dengan raihan 2 medali emas.
Sebelumnya pada ajang Asian Games 2018, pencak silat menyumbang 14 medali emas bagi kontingen Indonesia.
Penetapan pencak silat sebagai warisan budaya tak benda milik Indonesia oleh UNESCO, diutarakan langsung pada Sidang ke-14 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage, yang berlangsung di Bogota, Kolombia, 9-14 Desember 2019. (OL-7)
Tata kelola organisasi yang profesional dan pemenuhan standar global menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar jika ingin melangkah lebih jauh di level internasional.
Muhammad Zaki Zikrillah Prasong mengakhiri kiprahnya di SEA Games 2025 dengan merebut emas nomor tanding putra kelas C 55-60 kg.
Film ini menampilkan pertarungan fisik berdarah-darah. Di sisi lain, elemen drama dalam film ini juga cukup kuat, terutama terkait hubungan persaudaraan.
PB IPSI tidak membebani para atlet dengan target medali di ISG kali ini.
Keikutsertaan Indonesia di AYG dan ISG bukan semata untuk berkompetisi, melainkan juga sebagai upaya diplomasi olahraga.
Pembukaan PON Bela Diri 2025 disemarakkan dua pesilat kawakan Indonesia yang juga dikenal di panggung internasional, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved