Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESTASI meraih juara umum cabang pencak silat di Asian Games 2018 dengan raihan 14 medali emas, tidak membuat Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) besar kepala. Bahkan, IPSI meminta para pesilat tidak jemawa saat tampil di SEA Games 2019. Dengan berbagai pertimbangan, IPSI hanya mematok merebut 3-4 medali emas dari sembilan nomor yang dipertandingkan di SEA Games 2019.
“Dengan berbagai pertimbangan, kami hanya menargetkan 3-4 medali emas di SEA Games 2019. Namun tidak tertutup kemungkinan meraih lebih atau bahkan menjadi juara umum. Tapi yang penting tercapai dulu target,” pelatih kepala pencak silat Indonesia Indro Catur kepada Media Indonesia beberapa waktu lalu.
Kecilnya target emas itu menurut Indro juga didasari peta kekuatan negara pesaing yang kini merata. Meski di SEA Games 2017 Malaysia mampu mendominasi, Indro yakin bahwa di Filipina nanti kekuatan lawan ada di level yang kurang lebih sama.
“Kita harus melihat lawan-lawan berat seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan bahkan tuan rumah Filipina. Saat ini, kekuatan sudah bisa dikatakan sama jadi Indonesia sulit untuk mendominasi,” katanya.
Untuk bisa mengatasi perlawanan kompetitor, para pesilat Merah Putih pun diikutkan ke beberapa turnamen, salah satunya tampil di Kejuaraan Dunia Pencak Silat yang berlangsung di Belgia, April lalu. Di ajang tersebut, Indonesia menjadi juara umum dengan perolehan lima emas.
“Kita juga ikut World Beach Pencak Silat Championship 2019 di Thailand dan meraih dua medali emas. Jadi, sejauh ini hasil uji coba dan latihan sudah cukup baik,” kata Indro.
Walau persaingan akan ketat, namun IPSI tetap mengedepankan regenerasi persilat dengan mengirimkan tim yang merupakan gabungan atlet senior dan junior. Meski akan mengandalkan atlet yang masih hijau, Indro menyatakan bahwa kesempatan tim pencak silat Indonesia untuk menjadi juara umum tetap terbuka lebar. “Bahkan walau kita tidak main di kandang,” kata Indro.
Di sisi lain, Manajer tim pencak silat Indonesia Sunarno menyatakan saat ini para atlet yang ada telah melakukan persiapan dengan sangat matang. Menurutnya, hasil yang didapat di berbagai kejuaraan tang menjadi ajang uji coba merupakan hal positif untuk meraih hasil terbaik di SEA Games 2019.
“Walau demikian, mereka memiliki potensi. Saat tampil di berbagai kejuaraan di luar negeri yang menjadi uji coba, mereka bisa memenuhi ekspektasi. Bisa dibilang di atas kertas kami unggul, tapi jangan jemawa juga,” ungkap Sunarno. (Des/R-1)
Tata kelola organisasi yang profesional dan pemenuhan standar global menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar jika ingin melangkah lebih jauh di level internasional.
Muhammad Zaki Zikrillah Prasong mengakhiri kiprahnya di SEA Games 2025 dengan merebut emas nomor tanding putra kelas C 55-60 kg.
Film ini menampilkan pertarungan fisik berdarah-darah. Di sisi lain, elemen drama dalam film ini juga cukup kuat, terutama terkait hubungan persaudaraan.
PB IPSI tidak membebani para atlet dengan target medali di ISG kali ini.
Keikutsertaan Indonesia di AYG dan ISG bukan semata untuk berkompetisi, melainkan juga sebagai upaya diplomasi olahraga.
Pembukaan PON Bela Diri 2025 disemarakkan dua pesilat kawakan Indonesia yang juga dikenal di panggung internasional, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved