Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
USAI tampil impresif dengan merebut 14 medali emas dan satu perunggu di Asian Games 2018, tim pencak silat Indonesia kini diharapkan bisa mraih prestasi serupa di SEA Games 2019 Filipina.
Berbeda dengan Asian Games yang mempertandingkan 16 kelas, di Filipina nanti tim pencak silat Indonesia hanya ikut di sembilan nomor. Artinya, peluang Indonesia untuk panen medali dari pencak silat diprediksi bakal lebih sulit.
Hal itu diakui oleh pelatih kepala pencak silat, Indro Catur. Menurutnya, perbedaan jumlah nomor ini memengaruhi jumlah target medali. Namun, ia yakin atletnya sanggup meraih lima medali emas berkat persiapan yang bagus sebelum ke Filipina.
“Sebelum ke Filipina kami mampu juara umum di Kejuaraan Dunia Belgia dengan hanya menurunkan tim minimalis, tetapi hasilnya maksimal,” ujar Indro, Rabu (6/11).
Keyakinan untuk memboyong lima medali semakin bertambah berkat hasil apik di test event SEA Games 2019. Turun di delapan kelas, Hanifan Yudani Kusumah dkk. sukses meraih lima medali emas.
Baca juga : Punya Jadwal Berbeda, Tim Estafet Putri Belum Latihan Bersama
Indo menegaskan, target medali emas tidak seluruhnya dibebankan untuk kelas tanding. Di nomor seni dirinya akan menargetkan raihan satu medali emas.
“Karena di atas kertas kita lebih baik dari yang lain,” tutur indro.
Peraih medali emas Asian Games 2018 di kelas C putra, Hanifan, diakui Indro akan bertemu dengan lawan-lawan berat. Pasalnya, Hanifan tampil di Filipina di kelas D putra yang notabene punya kekuatan merata antar negara.
“Kelas D putra persaingannya bakal sengit. Kekuatan atlet di negara seperti Thailand, dan Vietnam, bahkan tuan rumah Filipina punya atlet yang tak kalah bagus,” ucapnya.
Meski begitu, ia mengatakan tak ingin menyia-nyiakan kesempatan pencak silat untuk menjadi juara umum di Filipina cukup terbuka lebar.
“Meski tak main di kandang kita, saya rasa ada peluang untuk jadi juara umum. Mengingat skuat muda yang kami kirimkan cukup menjanjikan,” ucapnya.
Tim pencak silat Indonesia sendiri akan mengirimkan sembilan pesilat putra dan tiga pesilat putri dan lima pelatih guna bertarung di Filipina, 30 November-11 Desember mendatang. (OL-7)
Tata kelola organisasi yang profesional dan pemenuhan standar global menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar jika ingin melangkah lebih jauh di level internasional.
Muhammad Zaki Zikrillah Prasong mengakhiri kiprahnya di SEA Games 2025 dengan merebut emas nomor tanding putra kelas C 55-60 kg.
Film ini menampilkan pertarungan fisik berdarah-darah. Di sisi lain, elemen drama dalam film ini juga cukup kuat, terutama terkait hubungan persaudaraan.
PB IPSI tidak membebani para atlet dengan target medali di ISG kali ini.
Keikutsertaan Indonesia di AYG dan ISG bukan semata untuk berkompetisi, melainkan juga sebagai upaya diplomasi olahraga.
Pembukaan PON Bela Diri 2025 disemarakkan dua pesilat kawakan Indonesia yang juga dikenal di panggung internasional, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved