Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEJUARAAN Dunia Atletik 2019 telah memasuki hari kedua sejak diselenggarakan Jumat (27/9). Dalam ajang yang diselenggarakan di Doha, Qatar, sprinter Indonesia Lalu Muhammad Zohri pun harus pulang terlebih dahulu setelah hanya berhasil menempati peringkat keenam.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjung mengatakan Zohri memang belum bisa memberikan yang terbaik. Selain itu, dia pun mengatakan para pesaing Zohri memiliki jam terbang dan prestasi yang lebih baik.
"Saya rasa Zohri memang belum saatnya membuat kejutan di sini. Terlalu banyak pelari yang jauh lebih hebat dari dia, baik dari segi prestasi maupun pengalaman," ungkapnya kepada Media Indonesia, Sabtu (28/9).
Baca juga: Zohri Gagal Tembus Semifinal Kejuaraan Dunia Atletik
Selain itu, Tigor juga akan menyusun kembali program untuk Zohri guna menghadapi ajang Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Targetnya, Zohri bisa memiliki catatan waktu terbaik kurang dari 10 detik.
"Setelah kembali dari Doha, Zohri akan beristirahat dan kami akan menyusun program kembali. Hal ini dilakukan agar dalam ajang Olimpiade 2020 Zohri dapat menembus kurang dari 10 detik," pungkasnya.
Meskipun Zohri sudah kandas, Indonesia masih memiliki harapan di nomor lompat jauh pada ajang yang sama. Maria Natalia Londa yang memiliki catatan terbaik 6,68 meter di ajang Kejuaraan Nasional PB PASI beberapa bulan lalu, akan menjadi perwakilan yang tersisa untuk mengibarkan bendera merah putih.(OL-5)
Tak kalah mencuri perhatian, Richie Leo, pelari berusia 67 tahun, membuktikan bahwa usia bukan halangan dengan memenangkan kategori Master.
Dua pelari Siksorogo Lawu Ultra meninggal di jalur ekstrem Gunung Lawu. Cuaca buruk dan medan berat sempat menghambat proses evakuasi, sementara polisi masih menyelidiki penyebab kematian
Dua pelari asal Karanganyar meninggal akibat serangan jantung saat mengikuti ajang lari ekstrem Siksorogo Lawu Utara 2025 di Tawangmangu. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti insiden.
Dua pelari asal Karanganyar meninggal dunia saat mengikuti lomba Siksorogo Lawu Ultra 2025 akibat serangan jantung di kilometer 8 dan 12.
Ribuan Peserta Ramaikan Kompetisi Lari Indofood UI Ultra 2025
Sepatu yang dipakai pada saat latihanlah yang harus dipakai ketika hari H lomba lari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved