Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
LIFTER Indonesia Eko Yuli Irawan harus mengikuti tiga kejuaraan dunia lagi untuk bisa menempatkan diri di Olimpiade Tokyo 2020.
Eko yang memperoleh dua medali perak untuk angkatan snatch 140 kg dan total angkatan 306 kg kelas 61 kg pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Pattaya, Thailand, Kamis (19/9) berhasil menduduki peringkat ketiga dunia.
"Belum (lolos). Nanti masih ada tiga seri lagi. Yang jelas posisi Eko sudah aman, kurang lebih kalau dihitung sementara di posisi ketiga," ungkap pelatih nasional Angkat Besi Diraja Wihardja saat dihubungi, Jumat (20/9).
Tiga kejuaraan itu adalah SEA Games 2019, serta Kejuaraan Dunia di Iran dan Kazakhstan awal 2020 mendatang.
Baca juga: Indonesia Siapkan Atlet Terbaik ke Kejuaraan Asia
Pada Kejuaraan Dunia di Thailand, Eko menghadapi lawan terberatnya yaitu lifter Tiongkok Li Fabin yang sukses membukukan angkatan total 318 kg, sekaligus meraih gelar juara dunia 2019.
Li Fabin berhasil meraih tiga medali emas dengan total angkatan 318 kg, snatch 145kg, dan clean and jerk 173kg.
Dia juga telah memecahkan rekor dunia total angkatan yang sebelumnya dipegang Eko Yuli pada Kejuaraan Dunia 2018 di Ashgabat, Turmenistan.
Eko menjadi juara dunia pada 2018 dengan total angkatan 317 kg. Meski begitu, rekor clean and jerk masih dipegang Eko dengan angkatan 174 kg.
Sementara standar angkatan snatch yang ditetapkan Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) adalah 144 kg.
"Snatch Eko cuma dapat 140 kg. Kita mengejar lawan dari Tiongkok. Dia sudah 141 kg dan menang 145 kg. Di angkatan clean and jerk, kita cari amanlah dengan angkatan yang dapat medali perak," tutur Dirdja ketika ditanya hasil yang diraih Eko di Thailand.
"Dalam hal ini, kita mengamankan kuota (Olimpiade) dulu, yang penting ada kemajuan dari 299 kg naik 7 kg jadi 306 kg," imbuhnya.
Total angkatan 299 kg adalah hasil yang diraih Eko pada Kejuaraan Asia Angkat Besi di Tiongkok, April lalu.
Pada kejuaraan itu, Eko memperoleh dua medali perunggu untuk nomor clean and jerk dan total angkatan.
Selain Li Fabin, Eko diprediksikan akan bersaing dengan lifter asal Tiongkok lainnya Qin Fulin dan lifter asal Kolombia Francisco Antonio yang juga sama-sama meraih medali di Thailand. (OL-2)
Pascakesuksesan di SEA Games 2025, induk organisasi angkat besi tanah air kini membidik medali emas pada gelaran Asian Games 2026.
Prabowo juga memberikan nasihat kepada lifter nasional Rizki Juniansyah yang baru saja menerima bonus sebesar Rp1 miliar dan kenaikan pangkat dua tingkat lebih tinggi.
Strategi memisahkan kedua lifter ini dinilai sebagai langkah taktis untuk memaksimalkan potensi dua medali emas sekaligus.
Emas yang diraih oleh Rizki menjadi kontribusi penting bagi kontingen Indonesia.
SATU keping medali perak menutup perjuangan tim angkat besi Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Thailand.
Emas ini menjadi yang keempat bagi Rahmat sepanjang keikutsertaannya di SEA Games sekaligus emas pertamanya di kelas 88 kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved