Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESTASI apik ditorehkan atlet panjat tebing junior Indonesia, Adi Mulyono. Ia sukses menyabet medali perunggu nomor speed junior putra dalam ajang IFSC Youth World Championships di Arco, Italia, 22-31 Agustus.
Perjalanan Adi terbilang mulus pada awalnya. Di babak perdelapan final ia melibars A Vivas dari Ecuador dengan catatan waktu 6,233 detik berbanding 8,601 detik.
Sementara, di perempat final dia mampu mengungguli N Bratschi dari Amerika Serikat dengan catatan waktu 5,793 detik berbanding 8,128 detik.
Sayangnya, ketika berlaga di babak semifinal saat berhadapan dengan A Nagaev dari Rusia, Adi fall sehingga gagal melaju ke babak final. Adi pun berebut perunggu dengan Y Tkach dari Ukraina.
Baca juga: Panjat Tebing Bidik Emas di Olimpiade
Adi berhak menyandang peringkat tiga setelah menang dengan waktu 5,979 detik berbanding 8,717 detik. Sementara, peringkat satu dan dua diduduki atlet Rusia yakni A Nagaev dan S Rukin.
Adapun atlet junior putra lainnya yakni Seto gugur di babak perempat final dan Kiromal Katibin terhenti langkahnya di babak perdelapan final.
Manajer Tim Nasional Junior Indonesia Koentono Halim mengungkapkan tim Indonesia tercepat, tetapi bukan pemenang. Menurutnya, faktor keberuntungan tidak berpihak.
"Hasil ini dipengaruhi banyak faktor. Kami semua kalah karena kesalahan sendiri bukan kemampuan karena secara waktu kita tetap terbaik, dan untuk tahun ini yg menang malah bukan yang tercepat hampir di semua kelas," ujar dia dalam keterangan tertulisnya.
Bambang Hermansyah, Kabid Pengelolaan Pemusatan Pelatihan Olahraga Nasional, Asdep Olahraga Prestasi, Kemenpora melihat capaian ini sebagai prestasi yang luar biasa yang ditorehkan para pemanjat muda.
"Dan khususnya Adi yg berhasil mendapatkan juara tiga, secara raihan waktu yang diraih climber Indonesia pada catatan waktu terbaik untuk putra junior dari seluruh peserta, di mulai saat babak kualifikasi dg catatan di bawah 6 detik oleh Adi dan Katibin," kata Bambang yang turut mendampingi tim di Italia.
Menurutnya, pada babak delapan besar dan final four bukan hanya raihan waktu saja yang terpenting, tetapi mental juara yang dibutuhkan.
"Oleh karenanya, mungkin ini menjadi bahan pertimbangan bagi FPTI ke depan utk memprogramkan talenta-talenta ini agar dapat memperbanyak frekuensi pertandingan bertaraf internasional," ucap dia. (RO/Faj/A-3)
Tim panjat tebing Indonesia berpotensi membawa pulang empat medali melalui nomor speed putra-putri dan lead putra-putri di Asian Games 2026.
Ardana Cikal Damarwulan, yang menjalani debutnya di SEA Games 2025, langsung mengejutkan publik dengan mendulang medali emas di nomor lead putra.
Tambahan dua emas tersebut membuat perolehan medali Indonesia kini menjadi 20 emas, 28 perak, dan 24 perunggu.
Untuk SEA Games, mayoritas atlet panjat tebing yang diturunkan adalah pemanjat muda, sesuai dengan peraturan yang ditetapkan penyelenggara.
Panjat tebing menjadi salah satu cabang yang akan mengandalkan atlet junior.
Atlet muda akan diprioritaskan untuk mengikuti SEA Games 2025 sebagai upaya regenerasi dan peningkatan pengalaman atlet panjat tebing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved