Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BINTANG tenis Rusia Daniil Medvedev yakin dia masih jauh disebut penantang sejati juara Grand Slam setelah lolos cepat ke babak kedua Amerika Serikat (AS) Terbuka.
Unggulan kelima itu hanya perlu waktu 85 menit untuk menyudahi perlawanan petenis India Prajnesh Gunneswaran 6-4, 6-1, dan 6-2, Selasa (27/8) pagi, untuk bertemu petenis Bolivia Hugo Dellien.
"Saya tidak bisa bilang saya merasa luar biasa atas pertandingan saya tetapi memenangkan dengan skor seperti itu pada babak pertama adalah menyenangkan," kata Medvedev seperti dikutip AFP. "Saya harap saya terus bermain bagus."
Medvedev untuk pertama kalinya menembus lima besar tenis dunia menyusul keberhasilan menjuarai Cincinnati Masters bulan ini setelah mengalahkan Novak Djokovic dalam perjalanan ke final turnamen itu, menjadi runner-up di Montreal dan Washington.
Dianggap sebagai calon potensial yang bisa mengakhiri dominasi Djokovic, Rafael Nadalm dan Roger Federer di turnamen Grand Slam, Medvedev, yang belum pernah mencapai 16 besar turnamen Grand Slam, merendah.
Baca juga: Tanpa Kesulitan, Djokovic ke Putaran Kedua AS Terbuka
"Saya selalu mencoba bertahan pada saat bersamaan agak sedikit jauh (dari pembicaraan ini) karena saya selalu mengatakan pada momen karier saya ini saya belum pernah mencapai perempatfinal satu pun (turnamen Grand) Slam," kata dia.
"Oleh karena itu, hal pertama yang dilakukan dan seandainya saya membuat langkah ini, saya bisa bisa mengenai tujuan-tujuan yang lebih besar dan pencapaian-pencapaian yang lebih besar," imbuhnya.
Petenis berusia 23 tahun itu memuncaki ATP Tour dengan 45 kemenangan selama musim ini dan enam penampilan final yang merupakan paling banyak di antara petenis mana pun.
"Saya kira membicarakan kepercayaan di dalam diri saya, saya akan bilang saya sudah percaya diri di Grand Slam yang lain," kata Medvedev.
Medvedev terutama tampil mengesankan saat memenangkan pertandingan semifinal melawan Djokovic di Cincinnati dengan bermain agresif yang membuat sang juara bertahan bertekuk letut dalam tiga set.
"Pertandingan itu memberi banyak kepercayaan diri kepada saya bahwa saya mampu," tegasnya. "Semoga saya bisa membawa kepercayaan diri ini ke AS Terbuka." (OL-2)
Aldila Sutjiadi akan kembali berpasangan dengan petenis tuan rumah Giuliana Olmos setelah mereka berduet di Cincinnati Masters, bulan lalu.
Dalam laga final AS Terbuka di Stadion Arthur Ashe, itu, Carlos Alcaraz menang atas Jannik Sinner lewat pertarungan empat set 6-2, 3-6, 6-1, dan 6-4.
Alcaraz kini telah mengoleksi enam gelar grand slam.
Carlos Alcaraz, menilai kehadiran Presiden Donald Trump di final tunggal putra AS Terbuka akan menjadi hal positif bagi dunia tenis.
Carlos Alcaraz tampil gemilang dengan mengalahkan Novak Djokovic untuk menuju final AS Terbuka.
Petenis peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka, mencapai 12 semifinal dari 13 Grand Slam terakhir. Meski konsisten, hanya tiga yang berujung gelar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved