Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PERJUANGAN pelari jarak menengah asal Afrika Selatan Caster Semenya berakhir. Peraih medali emas lari 800 meter putri Olimpiade 2016 dan juara dunia 2009 tersebut berujung kekecewaan.
Dalam kasus terkait level testosteron yang dimiliki Semenya melibatkan Federasi Atletik Asosiasi Internasional (IAAF). Kasus tentang hormon kelaki-lakian pada atlet putri ditangani langsung Pengadilan Arbitrasi untuk Olahraga (CAS).
Kasus Semenya yang memiliki kelebihan hormon testosteron telah bergulir lebih dari dua bulan. Akhirnya, pada Rabu (1/5), CAS telah mengambil keputusan.
Keputusannya bahwa pelari asal Afrika Selatan yang berusia 28 tersebut dinyatakan kalah. Sebelumnya, pihak IAAF siap menerima Semenya sebagai atlet yang bertanding untuk nomor lari putri jika mampu menurunkan kadar testosteronnya sebagaimana yang ditetapkan IAAF.
Setelah lebih dari dua bulan kasus bergulir di CAS, Semenyata dinyatakan kalah karena tak mampu menurunkan kadar hormon testosteron dalam tubuhnya.
Kini Semenya yang telah memecahkan empat rekor dunia baru untuk lari 400 meter, 800 meter, 1.000 meter, dan 1.500 meter itu tidak lagi bisa bertanding dengan para pelari putri lainnya.
Dengan kekalahan Semenya di CAS, pihak Asosiasi Afrika Selatan (ASA) mengaku shock dan sangat terguncang.
ASA menegaskan bahwa keputusan tersebut sangat diskriminatif. “Kami menegaskan bahwa keputusan mereka betul-betul memalukan,” ucap pihak ASA yang selama ini berjuang untuk membela Semenya supaya bisa bertanding dengan para pelari putri di arena atletik.
Tak hanya itu, ASA menilai pihak CAS telah dinilai ‘membuka luka-luka apartheid’ atau sistem politik diskriminasi yang diterapkan penguasa kulit putih terhadap warga kulit hitam di Afrika Selatan.
Semenya, peraih medali emas dari berbagai kejuaraan dunia atletik, telah dinyatakan kalah dan dipastikan tidak bisa lagi bertanding di cabang atletik dengan para pelari putri lainnya.
Namun, pelari dengan nama lengkap Mokgadi Caster Semenya masih belum menyerah dan meneruskan perjuangannya. “Saya akan naik banding ke tingkat yang lebih tinggi,” ucap Semenya.
Semenya menuduh dan meyakini bahwa IAAF memang telah lama membidik secara khusus dirinya agar tidak bisa bertanding di arena atletik.
“Saya Mokgadi Caster Semenya. Saya seorang perempuan dan saya tercepat,” ucap pelari yang lahir pada 7 Januari 1991 tersebut. (AFP/BBC/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved