Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto, angkat suara soal isu Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, yang tiba-tiba menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (30/4). Kabarnya Imam datang untuk berpamitan supaya fokus hadapi persoalan hukum. Gatot menegaskan hal tersebut tidak benar karena pertemuan itu hanya membicarakan kinerja sebagai pembantu presiden.
"Tidak ada info seperti itu, beliau tidak ada rencana mundur. Saya tidak tahu dari mana info itu bisa muncul," terang Gatot kepada Media Indonesia, Rabu (1/5).
Baca juga: Menpora Temui Presiden, PKB Bantah Kadernya Mengundurkan Diri
Menurut dia, kunjungan Imam ke Istana Negara mengagendakan pertemuan rutin antara Presiden dengan para pembantunya. Dalam kesempatan itu tidak ada obrolan yang mengisaratkan niat Imam ingin melepas jabatannya.Gatot mengaku kepastian itu didapatkan langsung dari penuturan Imam Nahrawi usai pertemuan dengan Presiden Jokowi.
"Pertemuan dengan Bapak Presiden, hanya pertemuan rutin biasa, lazimnya seorang Menteri kepada atasannya. Saya nggak tahu materinya karen saya enggak ikut. Hasilnya saja saya ketemu beliau di kediamannya usai pertemuan itu," pungkasnya.
Sebelumnya, santer isu Imam Nahrawi bertemu Presiden Jokowi untuk berpamitan. Pasalnya politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu sempat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara suap KONI.
Imam Nahrawi diduga ingin fokus menghadapi perkara itu untuk mendapatkan putusan hukum mengenai bersalah dan tidaknya. Sejauh ini, ruangan Imam Nahrawi sempat digeledah dan diminta keterangan oleh komisi antirasyuah selama 5 jam namun masih berstatus sebagai saksi. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved