Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Raih Medali Perak dan Pecahkan Rekornas

(Des/Ant/R-3)
24/4/2019 00:00
Raih Medali Perak dan Pecahkan Rekornas
Sprinter Lalu Muhammad Zohri(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

SPRINTER muda andalan Indonesia Lalu Muhammad Zohri  kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah atletik internasional.

Pada Kejuaraan Atletik Asia 2019 yang digelar di Doha, Qatar, pada 21-24 April, pelari berusia 18 tahun asal Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, tersebut sukses meraih medali perak lari 100 meter.

Dengan catatan waktu 10,13 detik, Zohri, peraih medali emas Kejuaaran Atletik Dunia  U-20 2018, tersebut menem­pati posisi runner-up dan merebut medali perak.

Pelari Jepang Yoshihide Kiryu berhak meraih medali emas setelah menorehkan waktu 10,10 detik. Sementara itu, medali perunggu direbut Wu Zhiqiang dari Tiongkok dengan catatan waktu 10,18 detik.

Pelatih Lalu Muhammad Zohri, Eni Nuraeni Sumartoyo, yang juga dinobatkan sebagai pelatih terbaik dari Asosiasi Atletik Asia (AAA) mengatakan bahwa Zohri mampu membukukan waktu 10,13 detik atau lebih cepat daripada torehannya di babak semifinal dengan 10,15 detik.

Tidak hanya meraih medali perak, Zohri juga memecahkan rekor nasional (rekornas) lari 100 meter yang ditorehkan Suryo Agung dengan waktu 10,17 detik pada SEA Games 2009 di Vientiane, Laos.  

“Alhamdulillah bisa memecahkan rekornas karena memang sejak awal sudah menjadi harapan Lalu untuk mecahin rekornas Suryo Agung,” jelas Eni, pelari lari jarak pendek dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), kemarin.

Sebelumnya, selain juara dunia atletik U-20, Zohri telah  menyumbang medali emas pada Kejuaraan Atletik Junior Asia 2018 dan turut membawa sukses Indonesia meraih me-dali perak lari estafet putra 4 x 100 meter.  

Setelah meraih medali perak­ lari 100 meter putra, Zohri langsung memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT dan mengucapkan terima kasih atas dukungan rakyat Indonesia khususnya PB PASI.

Saat lomba berlangsung, Zohri mengatakan dirinya meski memimpin hingga 10 meter terakhir, ia sempat melambat karena kehilangan konsentrasi setelah memikirkan pesaingnya.

“Iya saya sempat hilang konsentrasi, memikirkan saingan-saingan saya,” ungkap Zohri dalam keterangan persnya.

Zohri menegaskan keberhasilannya tak lepas dari strategi jitu pelatihnya Eni. Pelatih yang dianugerahi sebagai pelatih terbaik Asia 2019 itu hanya meminta Zohri konsentrasi untuk nomor spesialisnya, lari sprint 100 meter.

Mantan sprinter nasional Suryo Agung Wibowo juga mengaku sangat bangga kepada Zohri yang mampu memecahkan rekor nasional yang bertahan selama 10 tahun. (Des/Ant/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya