Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Ingin Juara di Momen Bersejarah

(PlanetF1/AFP/Opn/R-3)
10/4/2019 03:15
Ingin Juara di   Momen Bersejarah
Lewis Hamilton(KARIM SAHIB / AFP)

AJANG balap mobil Formula Satu (F1) akan mencapai tonggak sejarah dengan lomba ke-1.000 pada Grand Prix (GP) Tiongkok yang digelar Shanghai pada akhir pekan mendatang atau tepatnya Minggu (14/4) .

Dengan hari yang bersejarah, ajang balap mobil dengan kelas tertinggi yang dimulai sejak 1950 menjadi momen yang sangat penting. Tidaklah mengherankan beberapa pembalap bertekad untuk menjuarai seri ketiga musim F1 2019  tersebut,    

Juara dunia F1 lima kali Lewis Hamilton dari tim Mercedes juga menyambut ajang balap di Sirkuit Internasional Shanghai dengan antusias. Pembalap asal Inggris tersebut menyambut dengan suka riang.

Bahkan pembalap berusia 34 tahun itu mengungkapkan kegembiraannya dengan menunjukkan tato pada tubuhnya yang ditulis dalam bahasa Mandarin pada media sosial Instagram-nya.

‘Saya mendapat tato ‘Para prajurit cinta’ tepat saya menang pada 2017. Sebuah momen yang akan bersama saya selama-lamanya,’ tulis Hamilton pada Instagram-nya.

Momen istimewa lomba ke-1000 F1 juga tidak akan disia-siakan pembalap muda Ferrari Charles Leclerc. Pembalap asal Monako yang berusia 21 tahun tersebut  memang sempat memendam kekecewaan dengan hasil seri kedua Fi di Sirkuit Internasional Sakhir, Bahrain, pada Minggu (31/3).

Leclerc yang baru bergabung dengan Ferrari musim ini memang meraih podium ketiga setelah Hamilton dan Valtteri Bottas yang juga dari Mercedes. Sebenarnya jika kendaraan tak menghadapi kendala, Leclerc dengan kendaraan nomor 16 berpeluang besar naik podium pertama.        

Untuk menghadapi GP Tiongkok, Leclerc mencoba melupakan kekecewaan di Sirkuit Sakhir. Bahkan pihak Ferrari mengatakan Leclerc akan tampil habis-habisan untuk menjuarai seri kedua F1 yang bertepatan dengan tonggak sejarah.   Sebagaimana dijelaskan tim dengan logo kuda jingkrak, di GP Tionglok, Leclerc akan menggunakan kendaraan dengan mesin yang memiliki power yang sama di Sirkuit Sakhir.

“Saya hanya ingin menjadi yang terbaik,” kata Leclerc dilansir GP Blog.

“Saya berupaya untuk fokus pada kelemahan saya sehingga saya dapat menghapus kelemahan-kelamhan tersebut secepat mungkin,” kata pembalap yang debutnya di F1 bersama tim Sauber.

Namun,  Leclerc meyakini bahwa semua pembalap  merasa tertekan menghadapi GP Tiongkok.  “Semua pembalap mengatakan bahwa mereka merasa lebih tertekan dan mengakan jujur kepada saya. Itu bukan masalah  kenapa, tetapi saya tidak tahu. Saya juga merasa aneh,” ucapnya. (PlanetF1/AFP/Opn/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya