Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Tidak Bisa Lepas dari Dunia Tenis

Mediaindonesia
05/4/2019 05:00
 Tidak Bisa Lepas dari Dunia Tenis
Grafik menunjukkan peringkat ATP Andy Murray dari 2005(AFP)

PETENIS Inggris Andy Murray telah menyatakan menarik diri dari dunia tenis pada 11 Januari 2019. Pemegang tiga gelar grand slam tersebut memutuskan pensiun dari cabang yang bertahun-tahun digelutinya.

Namun tiga hari lalu, Murray menyatakan dirinya ingin kembali berlaga sebagai petenis profesional. Pernyataan Murray untuk comeback di lapang tenis itu setelah menjalani operasi panggul pada Januari lalu.

Dengan kembali berlaga di arena tenis, pemain berusia 31 tahun itu bertega bisa bertanding di turnamen grand slam Wimbledon 2019. Turnamen grand slam yang di London, Inggris akan digelar pada 1-14 Juli mendatang.

Tampaknya pemegang dua gelar grand slam Wimbledon itu mempersiapkan betul comeback ke dunia tenis, Bahkan Murray mengunggah sebuah video dirinya dengan latar belakang lapangan outdour dengan keterangan "It's a start" pada Instagram-nya.

Kendati telah menjalani operasi panggul pada Januari lalu, banyak kalangan meragukan performa Murray. Apakah Murray yang lima kali menjadi runner-up turnamen Australia Terbuka akan disegani seperti sebelumnya?

"Saya ingin mencoba dan melihat jika ini merupakan hal yang saya dapat lalukan," kata Murray kepada CNN. Mantan petenis nomor satu asal Inggris mengaku dirinya tak bisa lepas dari tenis. "(Tenis) membawa saya bahagia dan saya sangat menikmati," ujarnya.

"Bila saya mampu, saya akan mencoba. Ini bukan tentang membuktikan kepada orang lain atau berusaha mencapai hasil tertentu atau mencoba menjuarai Wimbledon lagi. Ini bukan soal ini, Ini adalah sesuatu yang saya suka melakukan," papar Murray.

Di sisi lain, Murray akan menjadi petenis tunggal putra terakhir yang bermain lima set di multiajang Olimpiade. Peraih dua medali emas Olimpiade tersebut juga tidak akan lagi menyaksikan laga lima set cabang tenis di Olimpiade.

Pasalnya, Federasi Tenis Internasional (ITF) kemarin telah menetapkan bahwa laga final tenis tunggal putra menjadi hanya tiga set. Memang sejak 1996, semua laga tunggal putra berlangsung tiga, kecuali babak final yang tetap lima set.

Salah satu pertandingan tenis maraton dijalani Murray melawan petenis Argentina Juan Martin del Potro pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil. Murray meraih medali emas setelah mengalahkan del Porto dengan skor 7-5, 4-6, 6-2, dan 7-5.

Pada Olimpiade 2020, semua laga tenis akan menggunakan format lebih singkat dengan tiga set terbaik. Dengan format baru, petenis tak perlu harus bermain lama untuk meraih medali. (Dailymail/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya