Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
FEDERASI Atletik Dunia (IAAF) pada Senin mengatakan bahwa mereka memutuskan untuk melanjutkan sanksi terhadap Federasi Atletik Rusia atas skandal doping-nya, IAAF masih menunggu data-data yang dikumpulkan dari Moskow berikut kompensasi finansial untuk penyelidikannya.
Federasi Atletik Rusia (RUSAF) dikenai sanksi sejak 2015, menyusul laporan Badan Anti-Doping Dunia (WADA) yang menemukan bukti penggunaan doping yang meluas dalam olahraga. Dewan pengurus IAAF membahas kemungkinan mencabut larangan itu saat pertemuan di Doha.
Namun Rune Andersen, Ketua Satuan Tugas Rusia IAAF, mengatakan bahwa Moskow belum memenuhi dua syarat. Isu logistik, kompensasi, dan finansial masih menghambat, termasuk untuk gugus tugas dan biaya hukum dalam kasus-kasus Rusia yang dibawa ke pengadilan, katanya.
Selain itu, IAAF juga belum menerima data analitik dan sampel dari laboratorium Moskow, yang sekarang masih dalam penilaian WADA. "Masalah-masalah itu perlu diselesaikan. Segera setelah kami memiliki semua yang kami butuhkan ... kami akan mempertimbangkan kembali secara serius dan merekomendasikan kepada dewan IAAF untuk pemulihan (Rusia)," katanya.
Baca juga: IAAF Perkenalkan Sistem Rangking Dunia
Pihak berwenang Rusia membantah program doping mereka disponsori negara, tetapi mengakui bahwa pejabat senior terlibat dalam pemberian zat terlarang kepada atlet serta menghalangi prosedur anti-doping atau menutupi tes positif.
Pemulihan Rusia dari sanksi ditolak IAAF dalam banyak kesempatan sepanjang tiga tahun terakhir. Jika gagal memenuhi persyaratan dalam beberapa bulan mendatang, maka bisa berisiko kehilangan kesempatan mengirim tim ke kejuaraan atletik dunia di Doha, Qatar pada September mendatang.
Sejak 2015, beberapa atlet Rusia telah diizinkan berkompetisi secara internasional sebagai pihak netral asalkan mereka memenuhi kriteria tertentu yang menunjukkan bahwa mereka berada di lingkungan yang bebas dari doping. (OL-7)
Emilia Nova akhirnya kembali tampil di SEA Games setelah hampir tiga tahun menepi karena cedera lutut yang memaksanya menjalani dua kali operasi.
Seluruh hasil lelang jersei Robi Syianturi yang digunakan di SEA Games 2025 disumbangkan untuk membantu korban bencana alam di Sumatra.
Emilia Nova tidak hanya berhasil merebut medali emas di nomor heptathlon (tujuh lomba), tetapi juga memecahkan rekor nasional yang telah bertahan selama delapan tahun.
Kemenpora menyebut target atletik di SEA Games tahun ini empat emas.
Hendro Yap sukses merebut medali emas dari nomor jalan cepat putra 20 km yang digelar di Run Happy and Healthy Bike Lane, Bangkok, Minggu (14/12).
Robi Syianturi mencatatkan waktu impresif 2 jam 27 menit 33 detik, meninggalkan jauh para pesaingnya di nomor maraton SEA Games 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved