Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
AJANG penghargaan bagi para atlet dan olahragawan dunia, Laureus Award 2019 telah selesai digelar di Monako, Senin (18/2). Tahun ini, olahragawan terbaik versi Laureus kembali datang dari dunia tenis.
Jika tahun lalu Roger Federer dinobatkan sebagai olahragawan terbaik, kali ini giliran petenis Serbia Novak Djokovic yang dipilih sebagai olahragawan terbaik.
Dalam pemilihan tahun ini, Nole-sapaan akrab Djokovic--berhasil mengungguli lima nominasi lain, yakni; Mo Farah (atletik), Chris Froome (balap sepeda), Rafael Nadal (tenis), Lewis Hamilton (F1) dan Cristiano Ronaldo (sepak bola).
Dilansir sport24.co.za, Djokovic dinobatkan sebagai pemenang berkat kesuksesannya meraih dua gelar Grand Slam pada 2018, yakni Amerika Serikat Terbuka dan Wimbledon. Hebatnya lagi, ia melakukannya meski kembali ke lapangan usai mengalami cedera siku.
Berkat kesuksesannya ini, Djokovic total sudah empat kali memenangi penghargaan olahragawan terbaik atau World Sportsman of the Year. Sebelumnya, ia pernah menyabet gelar serupa pada 2012, 2015, dan 2016.
Capaian itu sekaligus membuat Djokovic mendekati rekor pelari asal Jamaika, Usain Bolt yang juga memenangi empat trofi (2009, 2010, 2013 dan 2017).
Baca juga: Dubai Championship kembali Jadi Momok Petenis Elite
Sementara itu, Roger Federer masih jadi pengoleksi gelar terbanyak. Maestro tenis asal Swiss ini sudah lima kali dinobatkan sebagai olahragawan terbaik versi Laureus (2005, 2006, 2007, 2008, dan 2018).
"Penghargaan Laureus adalah trofi yang ingin dimenangkan oleh setiap olahragawan. Dan ini adalah kehormatan besar bagi saya," ungkap Djokovic dalam pidatonya usai menerima penghargaan tersebut.
"Tahun lalu adalah musim yang luar biasa bagi saya. Kembali dari cedera lalu menjuarai Wimbledon dan US Open adalah sesuatu yang akan saya ingat selamanya. Saya senang dan saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Akademi Laureus atas dukungan mereka. ” pungkas petenis berjuluk The Djoker itu.
Di kategori putri, atlet senam Amerika Serikat, Simone Biles didapuk sebagai yang terbaik atau Laureus World Sportswomen of the Year.
Biles dipilih berkat prestasinya memecahkan rekor sebagai atlet pertama yang berhasil menyapu bersih empat nomor yang dipertandingkan dalam sebuah kejuaraan dunia.
Dalam kejuaraan terakhir yang diikutinya di Doha, Biles berhasil mengemas empat medali emas, satu perak dan satu perunggu. Dengan hasil ini, pesenam yang baru berusia 21 tahun itu berhasil mengumpulkan total 20 medali di kejuaraan dunia.
Ia berhasil menyamai rekor milik Svetlana Khorkina, atlet senam andalan Rusia di era 1990 akhir - 2000an awal. Namun, Biles lebih unggul karena 14 medali yang diraihnya adalah medali emas. Sementara Khorkina hanya meraih 9 emas.
Ini adalah kali kedua Biles dianugrahi penghargaan Laureus. Pada 2017, ia mendapat penghargaan dari nominasi serupa.
Laureus Awards merupakan acara rutin tahunan yang digelar untuk memberikan penghargaan tertinggi bagi para atlet dan olahragawan terbaik dunia. Sebanyak 68 legenda olahraga diminta untuk memilih atlet terbaik sesuai kategorinya masing-masing.
Selain olahragawan terbaik putra dan putri, tahun ini ada 12 kategori penghargaan yang diberikan. Salah satunya adalah Laureus Lifetime Achievement yang diberikan kepada Arsene Wenger.
Mantan pelatih Arsenal ini dipilih berkat pengabdiannya di dunia sepak bola selama 22 tahun. Ia juga sempat membuat Arsenal jadi tim yang tidak terkalahkan dalam satu musim atau lebih dikenal dengan "The Invincibles" pada 2003--2004. (Medcom/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved