Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Djokovic Tundukkan Federer di Semifinal Paris Masters

Antara
04/11/2018 09:36
Djokovic Tundukkan Federer di Semifinal Paris Masters
(AFP/Anne-Christine POUJOULAT)

NOVAK Djokovic memupuskan ambisi Roger Federer untuk memenangi gelar ke-100 sepanjang kariernya, ketika ia mencatatkan kemenangan 7-6 (6), 5-7, dan 7-6(3) dalam semifinal Paris Masters, Minggu (4/11).

Kemenangan atas Federer itu memperpanjang laju tidak terkalahkan Djokovic menjadi 22 pertandingan.

Seperti dilansir laman resmi turnamen, dalam pertemuan ke-47 antara kedua petenis papan atas ini, Djokovic tampil gigih ketika ia meraih kemenangan beruntun keempat atas Federer melalui tiebreak setelah bertarung selama tiga jam.

Kemenangan ini memberi peluang kepada petenis Serbia tersebut untuk menandai kembalinya ia ke peringkat satu dunia pada Senin (5/11) dengan memenangi gelar kelimanya di Paris pada final melawan petenis Rusia Karen Khachanov yang pada laga sebelumnya menang 6-4 dan 6-1 atas Dominic Thiem.

Djokovic terlihat bangga sekaligus lega setelah berhasil mengatasi permainan Federer, yang tampil mendekati kemampuan terbaiknya.

Baca juga: Kerja Keras dan Kesabaran Djokovic Mulai Terbayar

Bahkan meski servenya tidak dapat sekali pun dipatahkan, itu masih tidak cukup bagi petenis Swiss 37 tahun tersebut, yang rasa gugupnya membuat ia gagal dalam tiebreak terakhir yang berlangsung antiklimaks, setelah ia melakukan double fault dan melakukan dua kesalahan groundstroke yang tidak perlu.

Federer mengincar rekor untuk menjadi petenis putra kedua setelah Jimmy Connors, yang mampu memenangi 100 gelar tur profesional, menyusul kemenangannya yang ke-99 di Basel. Namun, kali ini, perjuangannya harus terhenti.

Juara Grand Slam sebanyak 20 kali itu kalah pada set pertama meski menggenggam set point pada tiebreak dan Djokovic berada dalam kesulitan dalam set terakhir ketika petenis Serbia itu menerima code violation pada kedudukan 4-4 setelah melempar raketnya akibat kesal setelah sang petenis Swiss menyelamatkan dua break point.

Namun, Federer harus melihat daya tahannya terhenti ketika Djokovic memperbesar keunggulannya atas petenis Swiss itu menjadi 25-22 setelah duel tiga set terpanjang mereka.

Ini merupakan pertama kalinya dalam 12 tahun Djokovic memenangi empat pertandingan secara beruntun atas Federer, menyamai laju yang diukir petenis Swiss itu pada fase awal rivalitas mereka.

Dalam pertandingan yang dimainkan lebih awal, Khachanov memperlihatkan mengapa ia menjadi salah satu talenta muda yang bersinar berkat kemenangannya atas Thiem.

Petenis 22 tahun asal Rusia itu, yang telah memenangi dua gelar indoor tahun ini, semakin dekat dengan gelar terbesar sepanjang kariernya, menghancurkan petenis Austria yang sekaligus rekan berlatihnya itu dalam pertarungan berat sebelah selama 70 menit.

Ia menaklukkan petenis sepuluh besar dunia untuk ketiga kalinya dalam beberapa hari terakhir, setelah sebelumnya menaklukkan Alexander Zverev di perempat final dan mengatasi serve keras John Isner di 16 besar.

Thiem, petenis peringkat delapan dunia yang pada Jumat (2/11) telah mengamankan tiketnya ke ATP Finals, tidak mampu berbuat banyak untuk mengatasi kedalaman dan kuatnya pukulan Khachanov. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya