Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
BOS tim Red Bull Christian Horner dan pembalap Max Verstappen melontarkan kecaman keras terhadap pemasok mesin Renault setelah pembalap Belanda itu gagal mengakhiri balapan di Grand Prix Hongaria karena kerusakan mesin.
Mesin mobil Verstappen rusak saat lap keenam. Hal itu terjadi sepekan setelah rekan setim Verstappen, Daniel Ricciardo, gagal finis di GP Jerman karena kerusakan mesin.
Verstappen sangat kecewa dengan kerusakan mesin yang dialami mobilnya sehingga saat dia turun dari mobilnya, pernyataannya melalui radio tim disensor oleh televisi karena banyaknya kata-kata makian yang dilontarkan sang pembalap.
Vertappen kemudian mengungkapkan kecamannya terhadap Renault.
"Bagi saya dan Danny, apa yang terjadi ini tidak bisa diterima. Kami telah membayar jutaan dolar dengan harapan mendapatkan mesin yang bagus namun yang kami dapat ialah mesin yang selalu rusak," ungkapnya.
"Kami juga menjadi yang terlambat dalam balapan. Hal itu tidak bisa diterima dan saya mengungkapkan kekesalan saya lewat radio. Saya kecewa, tim kecewa, dan pendukung juga kecewa," imbuhnya.
Bos tim Red Bull pun mengungkapkan hal yang sama.
"Saya tidak akan mengatakan banyak hal. Kami telah membayar puluhan juta dolar untuk produk kelas satu yang canggih namun yang kami dapatkan jauh dari itu," kata Horner.
"Itu sangat membuat frustasi. Saya akan menunggu Cyril (Abitebpul, kepala Renault Sport) mengungkapkan alasannya," pungkasnya. (AFP/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved