Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS unggulan kedua asal Tiongkok, Wang Qiang, meraih gelar WTA pertamanya setelah petenis senegaranya Zheng Saisai tidak bisa melanjutkan pertandingan karena cedera saat tertinggal 5-7 dan 0-4 pada laga final turnamen Jiangxi Open, di Nanchang, Minggu (29/7).
Wang sempat kesulitan menemukan irama permainannya pada awal-awal pertandingan, membuat Zheng memanfaatkan kesempatannya dengan memadukan tembakan dari garis belakang lapangan dan drop shot yang dalam.
Tapi, pertandingan kemudian berubah, dengan Zheng sedang unggul 5-3 dan dua poin menuju kemenangan set pertama, saat Wang yang didukung kemampuan yang luar biasa dalam bertahan dapat mencuri angka dari servis lawan dan kemudian menyamakan kedudukan 5-5.
Petenis 26 tahun Wang kemudian merebut delapan dari sepuluh poin terakhir untuk memenangi set pertama tersebut.
Zheng, yang tidak bertanding antara September hingga Maret lalu karena cedera, mengeluh kepada pelatihnya bahwa dia kelelahan pada akhir set pertama mengalami cedera dan terlihat berusaha mempersingkat poin dengan drop shot dari sudut sempit.
Tapi Wang meningkatkan kemampuannya dengan melepaskan tembakan voli yang tajam di depan net untuk mencuri angka servis lawan sebelum Zheng, yang berlinang air mata, menyerah dalam pertandingan tersebut dan memberikan gelar pada petenis senegaranya itu.
Wang menjadi petenis Tiongkok kedelapan yang menjadi juara dalam sejarah WTA dan pemenang ketiga beruntun di Nanchang dari negara tuan rumah setelah Duan Yingying dan Peng Shuai. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved