Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pemuda Olah Raga (Menpora) RI Imam Nahrawi mengaku crosser Indonesia yang turun di kejuaraan dunia Motorcross Grand Prix (MXGP) seri Indonesia sebenarnya mampu bersaing. Kelemahan mereka hanya kurang jam terbang alias kurang pengalaman.
Menpora mengatakan kedatangannya ke MXGP, di Pangkalpinang, Bangka Belitung kali ini, selain untuk membuka ajang balap internasional tersebut, juga memberikan semangat kepada 8 crosser Indonesia yang turun di MXGP.
"Kendatangan saya ini memberikan dukungan dan semangan kepada 8 (anggota) tim Merah Putih," kata Imam seusai menyaksikan MX 2 dan MXGP race 1 di Sirkuit GOR Sahabudin Pangkalpinang, Babel, Minggu (1/7).
Menpora meyakini kedelapan crosser Indonesia sesungguhnyamampu bersaing dengan crosser dari negara lain. Hanya saja mereka, menurut dia, kurang jam terbang.
"Sebenarnya crosser kita mampu, hanya saja jam terbangnya masih kurang dibandingkan crosser negara lain," ujarnya.
Kendati demikian Nahrawi meminta kepada crosser tim merah putih tidak usah berkecil hati karena belum mampu menjadi yang terbaik pada MXGP Race 1. Selanjutnya, masih ada MXGP Seri 2 di Semarang, Jawa Tengah, untuk mengukir prestasi.
"Ayo tetap semangat para crosser tim merah putih, masih ada MXGP Seri 2 di Semarang," ungkap dia.
Pada Race 1 MXGP, empat pembalap Indonesia, Andre, Aldi, Rizki dan Hendro hanya mampu finis di urutan 20, 21, 22, dan 23 dari 25 crosser. Di MX 1, empat pembalap Indonesia juga hanya mampu finis di urutan-urutan terakhir.
Urutan teratas masih di duduki juara dunia MXGP, Antoni Cairoli asal Italia dari Redbull KTM Factori Racing. Kemudian, disusul Jeffrey Herlings dari asal Belanda, rekan satu tim Antoni. Adapun peringkat ketiga ditempati Clement Desale dari tim Monster Energy Kawasaki. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved