Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Nasional (Timnas) Prancis secara tidak terduga ditahan imbang Amerika Serikat dalam laga uji coba terakhir jelang Piala Dunia 2018, Minggu (10/6) dini hari. Dalam pertandingan yang digelar di Groupama Stadium Lyon, skor berakhir dengan kedudukan sama kuat 1-1.
Hasil ini tentu mengecewakan, apalagi mereka tampil di depan pendukungnya. Akan tetapi, pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps membela diri. Ia menyebut latihan dengan porsi berat dalam latihan sepekan terakhir menjadi penyebab kurang impresifnya Oliver Giroud dan kolega.
"Lebih baik untuk memenangi pertandingan, tapi ini hanya laga pemanasan. Kami kehilangan sedikit pergerakan karena ruang sempit yang diciptakan Amerika Serikat. Terlebih kami menjalani latihan yang berat seminggu ini," ujar Deschamps.
Les Blues--julukan Prancis--mengawali pertandingan dengan sangat menjanjikan. Beberapa peluang mencetak gol tercipta, salah satunya usaha Paul Pogba melepaskan sepakan dari luar kotak penalti. Namun, tim tamu berhasil unggul terlebih dahulu setelah mencuri gol melalui skema serangan balik. Gol tersebut dicetak oleh Julian Green di menit ke-44 seusai mengelabui Djibril Sidibe dan kiper Hugo Lloris sekaligus.
Beruntung penyerang Paris Saint-Germain (PSG) Kylian Mbappe berhasil menyelematkan muka Prancis di kandang sendiri. Bomber 19 tahun ini merobek gawang Zack Steffen setelah memanfaatkan umpan tarik dari Benjamin Pavard di menit ke-74.
Lebih lanjut, Deschamps mengaku skuat yang diturunkan di Lyon tidak berarti akan bermain di laga pembuka Grup C Piala Dunia 2018 melawan Australia pada 16 Juni.
"Saya memainkan pemain yang berada di kondisi maksimalnya, itu juga memberikan mereka pelajaran. Saya harap mereka akan siap secara psikis untuk dipilih. Tidak perlu tim yang sama," imbuhnya.
Di lain pihak, arsitek 'Yanks'--julukan Amerika Serikat-- Dave Sarachan memberikan apresiasi kepada anak asuhnya. Will Trap dkk tampil inferior dengan hanya menguasai 28 persen penguasaan bola dan satu kali tendangan tepat sasaran selama 90 menit laga berjalan. Namun, menurut Sarachan hal itu lumrah karena lawan yang dihadapi merupakan tim besar.
"Ide dalam laga ini ialah memberikan pemain muda keuntungan untuk merasakan bermain di laga tandang. Kami melawan tim yang mungkin akan melegitimasi gelar Piala Dunia. Kami bermain sangat baik khususnya dalam cara kami bertahan," tutur Sarachan.
Amerika Serikat secara mengenaskan gagal lolos ke Piala Dunia 2018 setelah hanya menempati posisi kelima dalam babak akhir kualifikasi zona CONCACAF. Kegagalan meraih tiket ke Rusia menjadi yang pertama dalam 28 tahun terakhir. Amerika Serikat sebelumnya tidak pernah absen untuk ikut serta dalam ajang terbesar sepak bola terakbar di dunia ini sejak 1990 hingga 2014 lalu. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved