Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Palembang Siap Sambut Kedatangan 2.800 Atlet dan Ofisial

Budi Ernanto
05/6/2018 15:49
Palembang Siap Sambut Kedatangan 2.800 Atlet dan Ofisial
(ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

KETUA Panitia Pelaksana Daerah Asian Games 2018 (Inasgoc) Muddai Madang, mengungkapkan kesiapan Palembang, Sumatera Selatan sebagai tuan rumah Asian Games 2018 sudah mencapai 90%. Berbagai hal disiapkan untuk menerima kedatangan 2.800 atlet dan ofisial, 300 orang di antaranya berasal dari Indonesia.

Berbagai pembangunan arena di Komplek Olahraga Jakabaring dan sarana pendukung dipastikan rampung pada Juli. Beberapa arena yang masih belum selesai pengerjaannya, ialah untuk cabang olahraga (cabor) menembak dan roller sport.

“Karena sudah ada yang selesai dibangun atau direnovasi, ada sejumlah induk cabor yang memindahkan atletnya langsung ke Jakabaring, seperti boling dan voli pantai,” kata Muddai di Jakarta, Senin (4/6).

Selain arena, yang juga telah dipersiapkan untuk Asian Games nanti, ialah wisma atlet. Tempat menginap para atlet itu ada di dalam Komplek Olahraga Jakabaring dan akan menampung sekitar 2.800 atlet dan ofisial dan 300 orang di antaranya berasal dari Indonesia.

“Wisma atlet sebenarnya ada tiga blok. Masing-masing punya 369 unit. Jumlah kamar kurang karena akan ada 2.800 atlet dan ofisial. Jadi, kami menyulap lima blok rusunawa plus satu rusunami, masih di Komplek Olahraga Jakabaring, untuk jadi wisma atlet,” beber Muddai.

Dia menambahkan bahwa rata-rata waktu tempuh dari wisma atlet ke setiap arena hanya 10-15 menit dan itu bisa dijangkau hanya dengan berjalan kaki saja. Jika ada atlet yang membawa peralatan, dipersiapkan mobil khusus. Kendaraan itu juga akan mengangkut setiap tamu yang datang dari luar Jakabaring.

Terkait wisma atlet, Muddai menambahkan, pihaknya akan melakukan penjagaan ketat sehingga tidak sembarang orang yang bisa keluar masuk wisma atlet. Salah satunya, dengan membuka satu akses pintu masuk sesuai dengan permintaan Dewan Olimpiade Asia (OCA).

"Di pintu utama itu, akan ada alat pemindai sehingga siapa saja yang masuk ke Wisma Atlet sudah dipastikan clear," ucapnya. “Selain itu, pemberlakuan penggunaan kartu identitas juga akan berlangsung ketat karena hanya yang teregistrasi dan terverifikasi sebagai atlet dan ofisial yang diizinkan masuk,” pungkas Muddai. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya