Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Timnas Bridge Sudah Tentukan Tim Inti

Nurul Fadillah
01/6/2018 21:14
Timnas Bridge Sudah Tentukan Tim Inti
(ANTARA/INDRIANTO EKO SUWARSO)

SEBANYAK 24 atlet telah terpilih untuk mewakili tim nasional bridge di multiajang Asian Games 2018 pada 18 AGustus - 2 September mendatang. Para atlet tersebut merupakan hasil pengerucutan dari total 32 atlet yang dipantau selama lima bulan terakhir.

Penilaian terakhir Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI) berlangsung di Turki, saat tim mengukuti uji coba dalam ajang Festival Bridge Musim Panas Turki 2018 pada 19-27 Mei lalu. Saat itu, enam medali dengan rincian 1 emas, 3 perak, dan 2 perunggu berhasil dibawa pulang skuat Merah Putih.

Ketua Umum PB GABSI, Ekawahyu Kasih mengatakan, meskipun telah terpilih, bukan berarti posisi para atlet aman. Mereka akan terus dipantau dan dinilai selama dua minggu sekali untuk melihat perkembangan performa hingga mendekati waktu pertandingan.

"Setiap dua minggu sekali kita akan membuatkan laporan penilaian yang akan dikirim ke Kementerian Pemuda dan Olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia, atlet dan pelatih agar mereka tahu perkembangan kinerja atlet seperti apa. Kalau ada atlet yang kinerjanya menurun baik soal teknis maupun non teknis maka dia akan dicoret dan digantikan dengan 8 nama yang sudah tereliminasi lebih dulu," ujar Eka ketika dihubungi Media Indonesia, Jumat (1/6).

Menurut Eka, berdasarkan hasil uji coba di Turki, para atlet masih membutuhkan pembenahan. Satu di antaranya adalah kehati-hatian saat menerapkan strategi.

"Kemarin di Turki itu, kita terkena dua kali protes lawan yang dua-duanya dikalahkan oleh keputusan wasit dan kita pun dirugikan karena harus kehilangan poin. Ke depannya hal ini tidak boleh terjadi, tidak boleh lagi ada protes yang merugikan dari pihak lawan kalau perlu kita yang mengajukan protes, karena itu semua pemain harus sangat hati-hati, tidak boleh berbuat kesalahan teknis maupun non teknis," tambahnya.

Eka menambahkan, menjelang Asian Games, para atlet terpilih akan melanjutkan program pembinaan melalui uji coba di Festival Bridge Bulgaria pada 19 Juni-1 Juli. Pada turnamen ini, pelatih asing, Kryzstov Martens akan turut memantau dan mendampingi.

"Hanya saja di Bulgaria nanti, Martens akan lebih berkonsentrasi menangani masing-masing pasangan secara khusus, beda dibandingkan sebelumnya dia menangani seluruh pemain. Dia akan memantau untuk menganalisa serta memberikan tambahan teori yang mungkin masih dibutuhkan," lanjut Eka.

Setelah dari Bulgaria, tim akan berangkat uji coba ke Amerika Serikat untuk mengikuti 3 turnamen bintang 3.5, yaitu Nashville Regional pada 6-8 Juli, disusul Chicago Regional pada 10-14 Juli dan terakhir turnamen bintang 5, Summer NABC di Atlanta pada 25 Juli hingga 5 Agustus sebelum kembali ke Indonesia satu hari setelahnya.

"Sebetulnya masih ada satu laga uji coba pada 4-10 Juni yakni di Piala Asia Bridge di Goa, India, tetapi kami memutuskan tidak mengirimkan tim Asian Games dan hanya mengirim tim junior. Di turnamen ini, kami jadikan ajang untuk memantau kekuatan lawan karena saya yakin, tim senior Tiongkok yang merupakan lawan terberat kami akan turun di sini, kalau tim Asian Games kita akan bertarung di level yang lebih tinggi, yakni di Eropa dan Amerika Serikat," tandas Eka. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya