Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Hasil Piala Thomas tidak Sesuai Harapan

Budi Ernanto
26/5/2018 18:24
Hasil Piala Thomas tidak Sesuai Harapan
(MI/ADAM DWI )

INDONESIA kembali gagal meraih hasil maksimal di Piala Thomas. Tahun ini, Indonesia harus puas menjadi semifinalis di ajang yang berlansung di Thailand itu dan pencapaian tersebut lebih buruk ketimbang tahun lalu ketika Tim Merah Putih finis sebagai runner-up.

Menurut Manajer Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2018 Susy Susanti, target Tim Piala Thomas memang meleset. “Karena paling tidak kami ingin mempertahankan hasil tahun lalu. Tapi, saat ini dengan rangking keseluruhan, kami unggulan ketiga. itu juga mempengaruhi. Kalau dilihat kekuatan yang merata itu ada di Tiongkok, baik tunggal maupun ganda. Mungkin kalau ketemu Jepang, peluangnya lebih besar. Lawan Denmark pun bisa,” kata Susy.

Saat bertemu Tiongkok, Indonesia kehilangan poin pertamanya dari pemain tunggal, Anthony Sinisuka Ginting. Berhadapan dengan Chen Long, Anthony kalah 20-22 dan 16-21. Namun, setelahnya, pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil menang mengatasi Liu Cheng/Zhang Nan. Posisi pun menjadi imbang 1-1. Sayang di partai berikutnya, Jonatan Christie tak berhasil mengamankan kemenangan. Dia kalah dari Shi Yuqi, 21-18, 12-21, dan 15-21.

“Dari hasil hari ini memang harus kami akui, bahwa tim Tiongkok lebih kuat. Dari awal semua sudah berjuang maksimal. Pertama dari Anthony, dia punya kesempatan, tapi di akhir harus mengakui keunggulan Chen Long. Tapi, permainan secara keseluruhan Anthony sudah cukup baik. Hanya menang di poin-poin kritis ada beberapa kesalahan yang membuat kalah,” kata Susy.

“Semua sudah bermain maksimal, tapi lawan cukup baik. Kevin/Marcus sudah tampil cukup baik. Tunggal putra kedua, Jonatan sebenarnya punya kesempatan. Gim pertama menang. Saya rasa salah satu kuncinya adalah kalau dia bisa mempertahankan iramanya. Tapi, di gim kedua berubah dan gim ketiga dia agak sedikit tertekan,” sambung Susy.

Di partai keempat, Indonesia kembali kehilangan poin setelah Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan kalah dari Li Junhui/Liu Yuchen. Hasil ini membuat Indonesia kalah 1-3 dan tidak berhasil meneruskan langkah ke babak final.

“Kami memang berharap di ganda kedua, tapi ternyata pemain Tiongkok memang main dengan bagus. Dari situ memang semua yang dilakukan para atlet sebetulnya sudah maksimal secara keseluruhan, tapi mereka lebih baik. Ya inilah hasil yang bisa kami dapat, bahwa kami harus sampai di sini,” lanjut Susy.

Susy mengatakan bahwa timnya masih harus melakukan beberapa perbaikan dengan penampilan yang lebih baik. Konsistensi merupakan salah satu aspek yang Susy soroti di sektor ganda. Sementara di sektor tunggal, Susy berharap pemain Indonesia bisa sejajar dengan pemain elit dunia.

“Saat ini persaingan sangat ketat. Di ganda harus lebih konsisten lagi, sedangkan tunggal kami masih ada PR bagaimana untuk meningkatkan performa, konsistensi, permainan lebih matang lagi. Sejauh ini sudah ada peningkatan tapi masih belum konsisten. Masih belum bisa sampai melewati elite dunia. Seperti misalnya Anthony saat bertemu dengan Lee Chong Wei sudah ramai, tapi di akhir saat poin kritis akhirnya kalah. Kalah pengalaman, kalah matang dan juga jam terbang,” ungkap Susy.

Di Piala Uber, Jepang dinyatakan menjadi juara setelah mengandaskan perlawanan tim tuan rumah dengan skor 3-0. Poin didapat dari pemain tunggal Akane Yamaguchi dan Nozomi Okuhara serta pasangan ganda Yuki Fukushima/Sayaka Hirota. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya