Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Ivanovic Kembali Menjadi Ujung Tombak di Lini Pertahanan

Nurul Fadillah
26/5/2018 18:15
 Ivanovic Kembali Menjadi Ujung Tombak di Lini Pertahanan
(AFP PHOTO / Daniel LEAL-OLIVAS)

DI usia yang sudah menginjak 34 tahun, Branislav Ivanovic sudah banyak memakan asam garam dalam karir sepak bolanya. Sejak memulai karir sepak bolanya pada 2002 silam, Bek Zenit Saint Petersburg tersebut telah laga debutnya di timnas Serbia U-21 satu tahun setelahnya.

Namun, bersama timnas senior, Ivanovic baru bergabung ketika Serbia dan Montenegro melakoni laga persahabatan melawan Italia di Toronto, Ontario, Kanada, 8 Juni 2005 silam. Ivanovic yang masuk sebagai pemain pengganti dari Marko Basa di menit 77 turut berperan dalam menahan imbang Italia 1-1.

Sayangnya, setelah itu, Ivanovic absen dalam skuat Piala Dunia 2006 dan tidak bermain lagi dalam laga internasional apapun hingga perpecahan kedua negara terjadi. Mantan bek andalan Chelsea itu pun baru kembali berpartisipasi pada babak kualifikasi Euro 2008.

Pada laga kontra Portugal yang berakhir imbang 1-1 tersebut, Ivanovic mencetak gol internasional pertamanya. Setelah itu, Ivanovic pun terus dilibatkan dalam berbagai pertandingan internasional The Eagles.

Dirinya terpilih pada babak kualifikasi Piala Dunia Afrika Selatan 2010 di bawah arahan Pelatih Radomir Antic dan mencetak tiga gol dalam sembilan pertandingan yang membuat mereka lolos ke Afrika Selatan. Ivanovic pun main di setiap menit pertandingan hingga harus mengakhiri kampanyenya pada babak penyisihan grup.

Ivanovic dipercaya memegang ban kapten pada 28 Februari 2012. Kala itu, Serbia memenangkan laga persahabatan melawan Armenia 2-0.

Ivanovic adalah pemain bertalenta tinggi. Sebagai pemain bertahan, dirinya justru mampu menciptakan 12 gol dalam 102 penampilannya bersama timnas Serbia.

Begitu pula dengan karir sepak bolanya yang gemilang bersama Chelsea sejak 2008-2017. Ivanovic mampu menciptakan 22 gol dalam 261 penampilannya.

Dengan pencapaian tersebut, Ivanovic jelas layak mendapat penghargaan, baik secara individu maupun klub. Ivanovic menjadi pemain ketiga yang memenangkan gelar Pemain Terbaik Serbia sebanyak dua kali mendampingi Nemanja Vidic dan Dejan Stankovic.

Ivanovic mendapatkannya selama dua tahun berturut-turut pada 2012 dan 2013. Tak hanya itu, Ivanovic juga pernah mendapat penghargaan sebagai Man of the Match dalam laga final Liga Europa bersama Chelsea pada 2013.

Sejak memperkuat Chelsea pada 2008 silam, Ivanovic juga mengantungi tiga gelar Liga Primer, tiga gelar Piala FA, satu gelar Piala Liga, Liga Champions, Liga EUropa serta FA Community Shield.

Dengan segudang prestasi tersebut tak hayal dirinya kembali terpilih untuk memimpin skuat The Eagles di Piala Dunia. Kemampuan dan pengalaman Ivanovic bisa menjadi ujung tombak pertahanan The Eagles agar tak mudah tertembus oleh para rival mereka.

Mantan Manajer Chelsea, Jose Mourinho bahkan menyebut Ivanovic sebagai pemain yang kompetitif.

"Apakah dia adalah pemain terbaik yang disewa Chelsea? Saya rasa demikian. Dia datang secepatnya setelah saya mengambil alih The Blues dan setelah itu dia melakukan kontribusi yyang luar biasa untuk klub ini, dia adalah hewan yang kompetitif dengan hati yang besar," puji Mourinho. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya