Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Efek Wejangan dari Sang Kapten

Nurul Fadillah
25/5/2018 17:03
Efek Wejangan dari Sang Kapten
(AFP PHOTO / Michal CIZEK)

SEBAGAI tim yang baru empat kali berpartisipasi di Piala Dunia, Kosta Rika jelas tertinggal dalam hal pengalaman bertanding, dibandingkan Brasil, Swiss, dan Serbia. Meski demikian, keberadaan kapten tim, Bryan Ruiz jelas senantiasa menjadi boomerang bagi tim-tim yang meremehkan Los Ticos di Piala Dunia Rusia 2018 mendatang.

Sejak memulai debutnya di timnas pada 19 Juni 2005, Ruiz tak pernah absen sebagai tim inti Los Ticos. Ruiz berperan membawa timnya lolos ke Piala Dunia Jerman 2006, meskipun akhirnya harus terhenti di babak penyisihan.

Pada kualifikasi Piala Dunia 2010, Ruiz mencetak enam gol bagi Los Ticos. Sayangnya, mereka batal lolos ke Afrika Selatan setelah tersingkir dari babak play-off melawan Uruguay.

Empat tahun kemudian, Ruiz kembali menunjukkan tajinya. Pemain berposisi gelandang serang tersebut mencetak tiga gol yang sekaligus membawa timnya ke Piala Dunai Brasil 2014.

Pada saat itu, Ruiz mencetak gol kemenangan Los Ticos 1-0 atas juara empat edisi Piala DUnia Italia dan lolos ke babak 16 besar. Kemudian Pemain berusia 32 tahun tersebut juga menjadi tombak yang membawa timnya melangkah ke perempat final dengan menahan imbang Yunani 1-1 sebelum menghabisi mereka 5-3 melalui adu penalti.

Sayangnya, pada babak delapan besar tersebut, Los Ticos harus tersingkir oleh Belanda yang mengalahkan mereka 3-4. Saat itu, gelar di Coma Centroamericana menjadi penyembuh luka bagi Los Ticos yang tersingkir dari PIala Dunia.

Sebagai pemain, Ruiz telah menerima berbagai penghargaan salah satunya saat dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Concacaf pada 2016 lalu. Performa Ruiz di level nasional juga tak kalah gemilang.

Saat mengawali karir sepak bola senior di Ajaluense pada 2003-2006, Ruiz memperoleh tiga gelar, yakni di Concacaf Champions Cup 2004, Copa Interclubes UNCAF 2005 dan Primera Division 2004-2005. Begitu pula saat memperkuat Twente pada pda 2009-2011 dimana Ruiz mendapat gelar Eredivisie 2009-2010, KNVB Cup 2010-2011, dan Jogan Cruujf Schaal 2010, 2011.

Tren positif Ruiz berlanjut di Sporting CP dimana ia berhasil memenangkan Supertaca Candido de Oliveira 2015. Selain Ruiz, Kosta RIka juga memiliki amunisi tangguh yang sudah melalang buana di Benua Eropa.

Dalam skuat inti Kosta Rika terdapat Keylor Navas dari Real Madrid, Giancarlo Gonzales dari Bologna, Cristian Gamboa dari Celticc, Bryan Oviedo dari SUnderland, Oscar Duarte dari Espanyol, Yeltsin Tejeda dari Lausanne-SPort, dan Celso Borges dari Deportivo la Coruna.

Kepada teman-temannya, Ruiz hanya berpesan untuk menjaga kondisi guna adaptasi cuaca di Eropa.

"Kami harus bisa menyesuaikan diri dengan cuaca. Tapi, banyak pemain yang berlaga di Eropa sehingga mereka pasti sudah terbiasa dengan cuaca di sana, tetapi beberapa pemain Kosta Rika yang lain kemungkinan merasa lebih sulit, tetapi mereka harus menyesuaikan diri dengan cepat," pungkasnya. (thenational/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya