Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Tiga PR Tuan Rumah Jelang Asian Games Jadi Sorotan

Nurul Fadillah
09/5/2018 19:40
Tiga PR Tuan Rumah Jelang Asian Games Jadi Sorotan
(MI/Dwi Apriani)

MENJELANG 100 hari sebelum Asian Games OCA menyoroti tiga hal krusial yang harus dibenahi oleh Indonesia selaku tuan rumah Asian Games 2018. Selain masalah finalisasi venue, transportasi dan keamanan menjadi sorotan OCA.

Ketua Komite Koordinasi OCA, Tsunekazu Takeda, menegaskan ketiga hal tersebut harus secepatnya diselesaikan demi kesuksesan penyelenggaraan Asian Games.

"Untuk pengamanan pemerintah harus bekerja keras karena hal itu tidak bisa dilakukan oleh OCA, ini menjadi tanggung jawab mereka. Untuk transportasi, saat ini mereka sedang belajar dari Jepang yang akan menyelenggarakan Olimpiade 2020 nanti dan sudah mulai bermunculan banyak ide. Saya berharap mereka segera menemukan solusi terbaik," lanjutnya.

Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games (Inasgoc), Erick Thohir mengungkapkan, masalah transportasi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengatasi kemacetan di DKI Jakarta. Sudah ada beberapa terobosan yang sudah mulai diterapkan oleh Pemda DKI Jakarta.

"Misalnya untuk peraturan ganjil dan genap yang diterapkan di daerah Sudirman itu akan diperlebar ke jalan-jalan lain di Jakarta. Selain itu, untuk memastikan atlet dan ofisial bisa tetap waktu, juga ada sistem manajemen traffic, seperti selain ada CCTV juga ada pengawalan polisi yang dilengkapi alat-alat komunikasi sehingga koordinasi akan terus berjalan jika ada pergantian rencana A ke B dalam perjalanan," ujar Erick.

"Manajemen lalu lintas lain yang akan dilakukan adalah akan ada Asian Games lines, jadi jalur khusus Asian Games di jalan yang dilalui atlet dan ofisial termasuk jalan tol. Nanti jalan-jalan itu dijaga oleh pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk memastikan jalan itu memang untuk Asian Games dan akan ada akreditasinya," lanjutnya.

Tak hanya itu, untuk mengatasi kepadatan lalu lintas, sekolah-sekolah di DKI Jakarta akan dialihkan menjadi di rumah masing-masing. Selama dua minggu, para murid akan diberi tugas khusus yang berkaitan dengan berlangsungnya ASian Games.

"Jadi mereka akan mengerjakan makalah mengenai Asian Games di rumah dan bukan di sekolah. Ini juga tentu menjadi kesempatan Inasgoc mengajak generasi muda bisa berpartisipasi dan menonton ASian Games dan ini akan mengurangi kemacetan yang hampir 20%," tambah Erick.

Usulan mengenai murid yang diharuskan belajar di rumah dianggap bukanlah solusi terbaik oleh OCA. Dewan Kehormatan OCA, Wei Jizhong mengatakan, harus ada solusi yang lebih efektif dibandingkan hanya mengalihkan tugas anak-anak sekolah.

"Pengalihan tugas itu mungkin hanya berfungsi mengurangi kemacetan hingga 20-30% saja dan itu tidak cukup. Solusi lain yang bisa dilakukan misalnya menyuruh orang-orang untuk beralih menggunakan transportasi lain dan jangan menggunakan transportasi pribadi, atau jika tidak, mereka yang menggunakan transportasi pribadi sebaiknya tidak melewati jalur-jalur yang dilintasi oleh atlet dan ofisial Asian Games dan harus mencari jalan lain," pungkasnya. (A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya