Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Kekuatan Lawan di Asian Games masih Gelap

Budi Ernanto
24/4/2018 16:05
Kekuatan Lawan di Asian Games masih Gelap
(ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)

SEJUMLAH atlet Indonesia yang akan turun di Asian Games 2018 mengaku belum tahu seperti apa kekuatan lawan yang nanti akan mereka hadapi. 

Lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan, mengaku masih belum dapat gambaran siapa saja yang akan dia lawan di ajang olahraga empat tahunan itu. Jika tidak ada kendala, Eko Yuli akan turun di kelas 62 kg.

"Lawan sepertinya berbeda dengan yang ada saat Asian Games 2014 di Korea Selatan. Belum nongol semua kan. Rata-rata, mereka disembunyikan oleh negara masing-masing. Kita juga harus waspada. Data yang kami pegang belum diperbarui," kata Eko Yuli di Jakarta, Selasa (24/4).

Meski belum ada gambaran mengenai kekuatan lawan, atlet peraih medali perak di Olimpiade 2016 itu menyatakan dirinya harus tetap mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Itu dilakukan walau salah satu negara yang jadi rival berat di Asia, yakni Tiongkok, tengah diskors karena kasus doping. "Medali bisa aman, tinggal bagaimana caranya bisa dapat emas," kata dia.

Sejauh ini, persiapan Eko Yuli dkk masih dilakukan di dalam negeri. Baru-baru ini atlet angkat besi melaksanakan kegiatan pemusatan latihan nasional di Lampung. Agenda latihan ke luar negeri, menurut Eko Yuli belum dia ketahui. "Mungkin ke Korsel atau Jepang," ujarnya.

Selain Eko Yuli, yang juga masih gelap mengenai persaingan di Asian Games, adalah Arki Dikania Wisnu. Pebasket yang masuk tim nasional Indonesia itu menyatakan sangat awam dengan Asian Games lantaran dia belum pernah ikut ajang tersebut. 

"Saya tidak tahu siapa lawan berat. Pastinya Asian Games lebih kompetitif ketimbang SEA Games," kata Arki yang akan jadi kapten timnas.

Dengan tanpa adanya pengalaman di Asian Games, Arki mengaku memang harus mempersiapkan diri dengan baik. Namun, dia mengeluhkan jadwal lathan yang sangat singkat. Belum lagi dia juga baru selesai menjalani kompetisi liga basket Indonesia (IBL) bersama Satria Muda Britama.

"Liga baru selesai akhir pekan lalu. Kalau IBL selesai sejak Januari, persiapan pelatnas pasti bisa lebih baik. Para pemain timnas juga harus menyesuaikan diri dengan setiap pemain pilihan pelatih," kata Arki. 

"Latihan ke luar negeri sedang dibahas, sepertinya ke Amerika Serikat," kata dia. (A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya