Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SOSIALISASI minim, Asian Games 2018 yang sudah di depan mata tidak juga ada di ingatan masyarakat. Sampai-sampai ada warga di kawasan Jabodetabek yang mengaku tidak tahu kapan pesta olahraga terbesar se-Asia itu akan digelar.
Lebih parahnya lagi, ada yang tidak tahu apa itu Asian Games. Fakta tersebut tentu sangat miris mengingat Asian Games berlangsung di Jakarta dan kota sekitarnya, seperti Bogor dan Bekasi (Jawa Barat).
"Asian Games? Apa itu?" kata Darwati, warga Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Wanita berusia 34 tahun itu mengatakan tidak pernah melihat satu pun atribut sosialisasi Asian Games di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. "Kalau spanduk pengumuman jadwal pengajian, ada banyak," imbuh dia.
Sementara, Sisil Niuri, 29, karyawan swasta yang sehari-hari bekerja di pusat Ibu Kota, tahu soal jadwal pelaksanaan Asian Games. Itu karena memang dia sering melewati Jalan Sudirman-Jalan Thamrin, jalur protokol yang banyak gedung berhias logo Asian Games.
Berbanding terbalik 360 derajat jika dia kembali ke rumahnya di Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta timur. Justru yang tampak di pandangannya, adalah ratusan iklan jual-beli properti.
"Contohnya, di Jalan Transyogi yang melintasi empat wilayah, Bekasi, Bogor, Depok, Jakarta. Bisa dibilang program pemerintah seperti soal keselamatan lalu lintas, tentang kesehatan, kalah pamor dibanding iklan real estate." ujar Sisil.
Memang di lapangan sepantauan Media Indonesia di Jakarta, Asian Games lebih terdengar gaungnya di sekitar kawasan Jakarta Pusat, khususnya di sekitar Senayan, lokasi arena pertandingan yang akan digunakan pada Agustus mendatang.
Sedangkan di luar wilayah itu, seperti di Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur sangat sedikit terlihat ada perangkat sosialisasi Asian Games. Pandangan mata dari luar Pulau Jawa seperti di Balikpapan, Kalimantan Timur, juga sepi dari hal-hal yang terkait perhelatan Asian Games.
Mengenai minimnya promosi yang dilakukan Inasgoc, panitia penyelenggara Asian Games, juga disoroti oleh pengurus cabang olahraga, salah satunya dari PBVSI. Luthfi Sukri, Humas PBVSI, menyarankan agar Inasgoc harusnya memanfaatkan setiap ajang olahraga untuk mengampanyekan Asian Games.
"Misalnya, ada liga voli, liga sepak bola, atau liga olahraga apa lah, itu seharunya ada tulisan atau logo Asian Games. Kalau memang dikenakan tarif iklan, ya kan Inasgoc punya dana sosialisasi," kata Luthfi.
Ketua Inasgoc Erick Thohir menyatakan pihaknya memahami kegusaran Presiden Jokowi yang sempat mempertanyakan kurangnya sosialiasi Asian Games dalam rapat terbatas di Istana Bogor, Rabu (18/4). Padahal, ajang tersebut akan digelar empat bulan lagi.
"Kami siap merealisasikan masukan Pak Presiden karena itu demi terwujudnya sukses pelaksanaan Asian Games. Semua bidang yang ada di kepantiaan Inasgoc akan terus dimaksimalkan perannya. Dalam waktu dekat, kami akan memberikan laporan secara detail tentang kesiapan dan strategi promosi pelaksanaan Asian Games ke pemerintah dan tentu pentingnya keterlibatan kementerian dan pemerintah daerah terkait," tutur Erick. (A-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved