Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Pencairan Dana Tersendat

Nurul Fadillah
31/12/2017 16:30
Pencairan Dana Tersendat
(ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA)

PEMERINTAH masih menunggu kesepakatan berupa penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan para petinggi cabang olahraga untuk pencairan anggaran pelatnas Asian Games 2018. Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana mengatakan penan-datanganan MoU ditunggu paling lambat pada 2 Januari-3 Januari tahun depan.

Semula Kemenpora memberikan batas waktu MoU hingga Sabtu (30/12). Namun, hingga pukul 17.00 WIB, baru lima cabang olahraga yang menandatangani MoU itu. Kelima cabang itu yakni bulu tangkis, sepatu roda, para-layang, pencak silat, dan balap sepeda.

"Untuk pencairan anggaran itu harus menunggu ke-40 cabang olahraga lengkap menandatangani MoU sementara, sekarang baru lima yang istilahnya sepakat dengan anggaran yang diberikan Kemenpora. Karena itu, kami minta kepada induk cabor apabila ingin anggaran cair awal Januari, mereka harus menandatangani MoU. Kami tunggu paling lama 2-3 Januari," ujar Mulyana kepada Me-dia Indonesia, kemarin.

Sebelumnya, Kemenpora menyediakan anggaran sebesar Rp735 miliar untuk pelatnas Asian Games dan Asian Paragames. Mulyana menjelaskan alokasi anggaran pelatnas berkisar Rp551 miliar-Rp588 miliar atau 75%-80% dari total Rp735 miliar, sedangkan 20% lagi akan diserahkan kepada Komite Paralimpiade Nasional untuk membiayai 300 atlet pelatnas dari 18 cabang yang dipertandingkan di APG.

Mulyana menambahkan anggaran tersebut diberikan khusus para atlet dari nomor-nomor prioritas medali di Asian Games plus beberapa atlet pelapis.
"Mekanismenya yang kami verifikasi awal ialah atlet dari soal honor dan akomodasi kalau sudah oke baru bicara peralatan dan suplemen, setelah itu uji coba, dan kemudian sewa-sewa tempat usulannya berapa, kemudian pelatih asing berapa baru bisa disepakati bersama.

Dari dana Rp735 miliar itu kami berikan prioritas kepada number of event peraih medali ada yang emas perak perunggu dari 462 nomor yang dipertandingkan."

Belum sepakat

Banyak cabang yang belum menyepakati anggaran yang disediakan Kemenpora tersebut. Angkat besi salah satunya.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Olahraga Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) Alamsyah Wijaya mengatakan, dari Rp18 miliar yang diajukan PB PABBSI, hanya Rp8 miliar lebih yang disetujui.

"Anggaran Rp8 miliar itu sejujurnya cuma bisa buat atlet elite , belum pelapisnya dan itu pun masih kurang sebetulnya. Kemudian pelatih asing itu bagaimana porsi anggarannya kalau memang bisa tolong diperjelas, jangan masuk yang Rp8 miliar lebih itu kalau bisa terpisah bujetnya."
Hal senada diungkapkan pelatih karate Indonesia Philip King. Ia mengungkapkan ang-garan yang disediakan Kemenpora sangat jauh dari harapan. Padahal, tim karate Indonesia berencana menjalani training camp selama tiga bulan ke Jepang dan tiga bulan ke Eropa. Mereka juga semula ingin memberangkatkan atlet untuk mengikuti sirkuit di Eropa sebagai uji coba. (R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya