Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
CABANG olahraga (cabor) yang telat menyerahkan proposal bisa kehilangan peluang untuk mendapatkan anggaran latihan untuk persiapan menghadapi Asian Games 2018.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sekjen Kemenpora) Gatot S Dewa Broto mengatakan bisa saja anggaran untuk satu cabor dipindahtangankan kepada cabor lain.
"Kami harus menghargai yang lebih dulu menyerahkan proposal. Kami minta cabor jangan main-main, jangan teriak kalau nanti tidak dapat anggaran karena telat mengajukan proposal," kata Gatot kepada Media Indonesia, kemarin.
Gatot menambahkan sebenarnya cabor telah diberi toleransi berupa perpanjangan waktu oleh Kemenpora.
Semula proposal diserahkan kepada Kemenpora paling lambat pada 15 Desember.
Namun, akhirnya pihak Kemenpora memundurkan batas waktu akhir menjadi 18 Desember.
Sebabnya, beberapa pengurus cabor masih sibuk menangani ajang internal yang mereka adakan.
"Kalau telat (cabor mengajukan proposal), akan mengganggu perencanaan secara umum karena ini, kan, sudah mendekati Natal, libur panjang," ujar Gatot.
"Kita harus memverifikasi dan identifikasi proposal yang masuk karena berkaitan dengan surat keputusan atlet pemusatan pelatihan nasional (pelatnas) yang akan diterbitkan pada bulan depan," papar Gatot.
Target medali
Secara terpisah, Deputi Bidang Pembinaan dan Peningkatan Prestasi Kemenpora Mulyana menjelaskan tujuan proposal yang diajukan dari cabor ialah bahan untuk menentukan target medali.
Namun, Mulyana menegaskan target medali tidak dibicarakan dalam hal cabor, tapi nomor pertandingan dari cabor.
"Kami membutuhkan program latihan cabor seperti apa? Setelah mengetahui, pelaksanaannya bagaimana nanti dicocokkan dengan peluang perolehan medali," kata Mulyana.
Terkait dengan permohonan dari Pengurus Pusat Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PP PRSI) yang menginginkan 20 atlet untuk ikut pelatnas, Mul-yana mengaku akan dilihat apakah nama-nama yang diajukan berpotensi mendapat medali.
"Bisa saja 10 atlet. Medali emas 2, sisanya medali perak atau perunggu. Kami senang kalau organisasi jujur dan objektif menilai kemampuan atlet. Jangan sampai ada atlet yang belum mampu malah diminta bisa ikut pelatnas," tegas Mulyana.
Menurut Mulyana, seperti cabor tinju, Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) tidak menargetkan medali emas. Target diturunkan menjadi medali perunggu.
"Cabor tinju mengakui bahwa kekuatan tinju Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan petinju asal Thailand dan negara lain." (Beo/R-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved