Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Tampil Agresif dan Menekan Marcus/Kevin Rebut Juara Dubai World SS Final

MICOM
17/12/2017 20:31
Tampil Agresif dan Menekan Marcus/Kevin Rebut Juara Dubai World SS Final
(AFP/GIUSEPPE CACACE)

PENAMPILAN luar biasa ditunjukkan pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya yang tampil di final ganda putra di perhelatan Dubai World Super Series Finals 2017 saat menghadapi pasangan asal Tiongkok Liu Cheng/Zhang Nan, Minggu malam.

Tampil agresif serta menekan sejak babak pertama satu-satunya wakil Indonesia di final super series ini menunjukkan kelasnya dan mengakhiri perlawanan Liu Chen/Zhang Nan dalam dua set langsung (21-16) dan (21-15).

Kemenangan Marcus/Kevin juga dilengkapi dengan pertahanan mereka yang kokoh. Berkali-kali smes tajam Liu/Zhang mampu dikembalikan dengan baik bahkan seringkali diikuti dengan penempatan shutlecock yang menyulitkan Chen/Nan.

Tidak salah jika pasangan ganda putra Indonesia ini juga berhasil menyabet gelar sebagai pemain bulutangkis putra terbaik 2017 versi BWF.

Kemenangan Kevin/Marcus juga membuat mereka kini menambah keunggulan, menjadi 3-1, dalam pertemuannya dengan Liu/Zheng. Seluruh pertemuan mereka terjadi tahun ini.

Dengan keberhasilan ini, Marcus/Kevin kini sudah mengoleksi tujuh gelar Super Series sepanjang 2017.

Pada final malam ini di Hamdan Sports Complex, Marcus/Kevin langsung memimpin perolehan poin sejak gim pertama dimulai.

Kejar-mengejar angka sempat terjadi. Setelah skor sama 6-6. Beberapa kali, Liu/Zhang meraup poin dengan permainan adu drive.

Namun, Marcus/Kevin membalasnya dengan permainan kombinasi sehingga terus mengejar perolehan poin lawan.

Memasuki babak ke dua lagi-lagi Marcus/Kevin terus memimpin perolehan poin. Taktik yang disampaikan oleh pelatih diterapkan dengan disiplin oleh pasangan kebanggaan Indonesia ini.

Sejak awal pertandingan hingga set kedua pasangan Indonesia ini terus menekan dan berharap pengembalian bola dari lawan yang langsung disergap dengan kecepatan prima. Taktik ini ternyata menylitkan lawan dan permainan mereka sulit berkembang. Dan, akhirnya, satu poin tambahan diraih lewat smesh tajam yang gagal dikembalikan oleh lawan.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya