Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PANITIA Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc) terus memperkuat koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Tujuannya untuk mengelola keuangan secara transparan dan akuntabel sesuai dengan ketentuan BPK.
Ketua Inasgoc Erick Thohir mengatakan koordinasi dengan BPK akan terus dilakukan agar tidak ada kasus hukum akibat kesalahan dan penyalahgunaan keuangan yang merugikan negara.
“Atas dasar itulah, koordinasi yang sudah sering kali kami lakukan dengan BPK terus diperkuat. Baru-baru ini pun kami bertemu dengan BPK untuk memaparkan tugas dan tanggung jawab sehingga laporan keuangan kami bisa lebih akuntabel,” ujar Erick.
Penyelenggaraan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang tersisa kurang dari 11 bulan. Erick pun mengatakan, menjelang berlangsungnya penyelenggaraan multiajang itu, anggaran yang digunakan akan semakin besar sehingga intensitas pertemuan dengan Inasgoc dan BPK menjadi sangat penting untuk lebih ditingkatkan. Pria yang juga menjabat Ketua Komite Olimpiade Indonesia tersebut menginginkan berbagai proses pendanaan seperti pengadaan dan pengelolaan dana pada bendahara, proses pencairan, dan administrasi keuangan dapat dipantau langsung oleh BPK.
“Tahun depan akan banyak kegiatan yang dilakukan Inasgoc. Kami berupaya agar dengan dana yang besar tersebut, proses penganggaran dan penggunaan dana dilaksanakan secara akuntabel sesuai dengan ketentuan. Oleh karena itu, kami menginginkan pemeriksaan BPK atas penggunaan anggaran negara yang digunakan Inasgoc untuk persiapan penyelenggaraan terus berlanjut hingga Asian Games selesai,” tambah Erick.
Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 48 Tahun 2017, Inasgoc telah ditetapkan sebagai satuan kerja (satker) sementara yang melekat pada Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora. Erick mengklaim, sejak terbentuknya Inasgoc sebagai satker, seluruh deputi, direktur, dan koordinator yang berada di Inasgoc telah mendapat pemahaman berkaitan dengan prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku dalam pengelolaan keuangan negara.
Gelar kejurnas
Kegagalan sejumlah pesenam meraih medali di SEA Games Kuala Lumpur 2017 tidak lantas menutup kesempatan mereka untuk berlaga di Asian Games 2018. Untuk itu, Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia akan menggelar kejurnas untuk menjadi ajang seleksi.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Persani Dian WK Arifin mengatakan kejurnas tersebut akan digelar pada November hingga Desember mendatang.
“Kejurnas artistik. menurut rencana, digelar di Riau pada November, ritmik mungkin antara Surabaya atau Lampung pada Desember nanti, sedangkan aerobik mungkin di Jambi pada November. Kita membuka kesempatan kepada atlet artistik dan ritmik untuk turut berpartisipasi dalam Asian Games melalui kejurnas ini. Sementara itu, yang kemarin meraih medali di SEA Games juga belum tentu aman karena mereka harus meningkatkan performa mereka terus sampai dengan Asian Games.” (R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved