Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kevin/Marcus Tuntaskan Dendam

Budi Ernanto
24/9/2017 10:58
Kevin/Marcus Tuntaskan Dendam
(AP/Jane Barlow)

GANDA putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di ajang Jepang Terbuka 2017. Juara All England 2017 tersebut memastikan diri lolos ke final setelah menundukkan pasangan Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen 21-15, 21-14 dalam semifinal di Tokyo Metropolitan Gymnasium, kemarin.

Itu menjadi kemenangan kedua Kevin/Marcus atas Boe/Mogensen dalam enam kali pertemuan atau yang pertama sejak Tiongkok Terbuka 2016. Kemenangan kali ini juga menjadi pembalasan atas kekalahan dari ganda Denmark itu di final Korea Terbuka 2017, pekan lalu.

Di final hari, Kevin/Marcus akan ditantang pasangan tuan rumah Takuto Inoue/Yuki Kaneko yang di semifinal menyingkirkan ganda Rusia Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov 12-21, 21-18, 21-19. Dalam dua pertemuan sebelumnya dengan Takuto/Yuki, Kevin/Marcus selalu memetik kemenangan. Terakhir di India Terbuka 2017, Kevin/Marcus menang 21-16, 21-18.

Menghadapi Boe/Mogensen kali ini, Kevin/Marcus belajar dari kekalahan di Korea Terbuka 2017 lalu. Tampil lebih tenang, ganda putra terbaik Indonesia saat ini tersebut mampu menguasai jalannya pertandingan sejak awal.

“Kami belajar dari kekalahan kemarin di Korea dan sebelumnya juga sudah beberapa kali bertemu. Kami lebih mempersiapkan segi nonteknisnya. Harus siap mental dan lebih yakin. Kalau teknik kan mirip-mirip saja,” ujar Kevin seperti dikutip Badminton.org.

Tentang lawan yang bakas dihadapi di final, Kevin tidak mau memandang enteng. “Yang pasti kami harus tetap fokus, menjaga konsentrasi, dan tidak boleh overconfident,” kata Kevin.

Terhenti di semifinal
Di ganda campuran, impian Praveen Jordan/Debby Susanto untuk merebut gelar kedua secara beruntun kandas. Menghadapi pasangan Tiongkok Wang Yilyu/Huang Dongping, Praveen/Debby menyerah dua gim langsung dengan skor 14-21, 19-21.

“Tenaga kami kalah jika dibandingkan dengan lawan. Saat pertandingan juga ada reli yang menyebabkan kami kehilangan fokus,” kata Jordan.

Menurut Debby, Yilyu/Dongping, yang dikalahkan di final Korea Terbuka pekan lalu, tidak memainkan strategi yang berbeda. Hanya, Debby menilai Yilyu/Dongping kali ini lebih berani baik untuk bertahan dan menyerang. “Mereka cukup solid. Faktor lain, kalau di Korea memang karena ada angin, jadi mereka tidak leluasa mengangkat bola,” beber Debby.

Meski gagal lolos ke partai puncak, Jordan/Debby mengaku tetap bersyukur dengan pencapaian mereka di Jepang kali ini. Menurut Praveen, bertahan hingga semifinal sudah merupakan prestasi bagus.

“Memang secara keseluruhan masih belum puas dengan penampilan kami. Akan tetapi, kami tetap bersyukur dengan hasil ini dan lebih bahan introspeksi saja untuk pertandingan berikutnya,” ujar Praveen.

“Kami lebih kepada bersyukur saja. Karena kalau harapannya tentu ingin lebih baik daripada pencapaian hari ini, inginnya ke babak berikutnya. Namun, apa pun itu kami tetap bersyukur,” imbuh Debby. (R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya